BANDA ACEH – Cawapres yang gagal terpilih pada Pilpres 2024, Mahfud MD menuding KPK tak berani mengusut dugaan mark up dalam proyek kereta cepat atau Whoosh. Tapi Mahfud tak menyebut KPK takut kepada siapa.”Dugaan saya takut, entah takut sama siapa,” kata Mahfud dalam sesi wawancara di televisi nasional yang dikutip Republika pada Selasa (28/10/2025).
Mahfud menyebut isu ini sudah mencuat lebih dulu oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa soal utang Whoosh. Kemudian, Mahfud menambah ramai isu ini. Mahfud lantas heran karena diminta KPK melapor.
“Tanggal 14 saya muncul. Lalu kata KPK kalau Mahfud diminta ngelapor, untuk apa saya ngelapor? Nggak ada kerjaan,” ujar Mahfud.
Mahfud menegaskan tak punya kewajiban untuk melaporkan dugaan mark up Whoosh.
“Nggak ada di dalam hukum itu orang wajib ngelapor, ngelapor itu hak, baru wajib lapor kalau tau ada persengkokolan untuk makar, nah ini bukan makar. Atau kalau PNS pejabat tahu korupsi tapi diam, saya bukan pejabat dan PNS mau lapor apa? Nggak ada kewajiban,” ujar mantan Ketua MK itu.
Walau demikian, Mahfud bersedia kalau dirinya dipanggil oleh KPK. Mahfud tak keberatan dipanggil dalam kapasitas memberi keterangan.
“Tapi kalau saya dipanggil saya mau beri keterangan. Bukan untuk lapor, diperiksa. Beda loh. Diperiksa itu diduga terlibat. Kalau orang punya informasi biasa namanya beri keterangan. Misal agar KPK punya kunci, saya mau,” ujar Mahfud.
Diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui dugaan mark up proyek kereta cepat Whoosh sudah masuk dalam penyelidikan. Tapi KPK ogah merinci sudah sejauh mana proses penyelidikannya.
“Ya benar, jadi perkara tersebut saat ini sedang dalam tahap penyelidikan di KPK. Sehingga karena memang masih di tahap penyelidikan, informasi detil terkait dengan progres atau perkembangan perkaranya, belum bisa kami sampaikan secara rinci,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Senin (27/10/2025).
KPK mengklaim penyelidikan ini sudah dilakukan sejak awal 2025. Dengan begitu, KPK mensinyalkan penyelidikan dilakukan sebelum viral dugaan mark up itu.
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menyebutkan bahwa rencana pemanggilan saksi dalam dugaan korupsi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh masih ditelaah secara internal oleh lembaga tersebut. “Ya, biasanya ditelaah dulu,” ujar Setyo di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Selasa.
Ia mengatakan pihaknya masih melakukan pengecekan untuk memastikan langkah lanjutan dalam penanganan perkara dugaan korupsi tersebut, termasuk dalam menentukan pihak-pihak yang nantinya dimintai keterangan.





























































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler