Selama dunia diatur kapitalisme, konflik antar negara tak akan berhenti karena kepentingannya. Sementara Islam yang diterapkan dalam institusi Khilafah, tidak bertumpu pada ekspansi ekonomi, tidak menjadikan negeri lain sebagai koloni, hubungan luar negerinya berbasis dakwah dan hukum syara’. Khilafah bukan sebagai nostalgia sejarah, melainkan sebagai solusi sistemik. Negara Khilafah berdiri di atas ideologi Islam yang tidak menjadikan ekspansi ekonomi sebagai tujuan utama, tidak menghalalkan penjajahan, dan menjadikan hukum syara’ sebagai landasan hubungan internasional.
Dalam tatanan ini, konflik seperti Cina–Jepang tidak akan menyeret umat Islam, karena dunia Islam berdiri sebagai kekuatan ideologis mandiri yang mampu menyeimbangkan bahkan mengoreksi arah politik global.
Penutup
Insiden jet tempur Cina yang mengunci radar pada pesawat Jepang adalah sebuah alarm geopolitik yang serius. Ia bukan sekadar “permainan militer” di udara terbuka, tetapi bagian dari dinamika yang lebih besar: dominasi kekuasaan, klaim geopolitik, dan perubahan tatanan global.
Sebagai generasi yang hidup di era keterkaitan global, kita wajib memahami bahwa politik luar negeri bukan hanya urusan negara besar, tetapi berdampak pada setiap warga dunia. Umat Islam, khususnya, diajak untuk mengedepankan prinsip keselamatan, perdamaian, dan keadilan dalam setiap dinamika hubungan internasional.Konflik Cina–Jepang adalah cermin kegagalan kapitalisme dan negara-bangsa dalam menciptakan perdamaian sejati. Dalam kacamata Islam, konflik tersebut tidak layak didukung, apalagi dijadikan sandaran politik. Umat Islam dituntut untuk memahami realitas global secara ideologis, melepaskan diri dari jebakan kepentingan kapitalis, dan kembali memperjuangkan kepemimpinan politik Islam yang mampu menghadirkan keadilan, bukan hanya bagi umat Islam, tetapi bagi seluruh manusia.
Wallahu a’lam bish-shawab.





























































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…