BANDA ACEH -Suami Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, mendiang Taufiq Kiemas dikenal sebagai politisi ulung yang sudah mengingatkan bahaya dari kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi).
Hal itu diungkapkan Waketum Projo periode 2014-2019 Budianto Tarigan saat podcast Madilog bersama Margi Syarif dikutip dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, Kamis, 1 Januari 2026.
“Bayangkan Bang TK (Taufiq Kiemas) pernah ngomong ke saya dan kawan-kawan GMNI, ‘Bud elo kenal kapan tuh Jokowi? (menirukan ucapan Taufiq Kiemas). Saya kaget kan! ‘Ngerti bibit, bebet, bobot gak?’ (menirukan lagi ucapan Taufiq Kiemas),” kata Budi.
Saat itu dirinya hanya diam. Taufiq Kiemas ketika Pilkada DKI Jakarta 2012 mendukung Fauzi Bowo (Foke) dan dirinya saat itu sudah menjadi pendukung keras Jokowi.
“Jadi waktu itu Bang TK, ingatkan kita ya dengan caranya (soal Jokowi). Ternyata Bang TK udah meninggal, merasa berdosa saya sama Bang TK,” ungkapnya.
Ia pun mengakui insting Politik Taufiq Kiemas sangat jitu. Awalnya, Budi mendukung Jokowi karena kepolosan dan masuk gorong-gorong, sehingga ia menganggap berbeda dengan pemimpin-pemimpin lainnya.
“Kenal seperti apa, kok mendukung berapi-api (menirukan kata Taufiq Kiemas). Nggak bisa jawab juga kita. Ya cuma karena kita percaya dan kepolosan. Saya percaya, dia masuk gorong-gorong, nah ini orang baik,” jelasnya.
Usai tersadar melihat 10 tahun kepemimpinan Jokowi dan kini dilanjutkan dengan oligarki yang mendapat kritik dari Slank sebagai Republik Fufufafa, Budi teringat betapa pentingnya pesan Taufiq Kiemas soal bibit, bebet, bobot dari seorang pemimpin.
“Saya masih percaya bahwa bibitt, bebet, dan bobot itu masih berpengaruh terhadap pilihan kita kepada pemimpin. Nggak bisa, di luar itu jangan dulu. bibit, bebet, bobot, itu penting,” tandasnya.






























































































