Bencana Sumatera
Pengalaman mereka dalam menangani dampak banjir bukan kali ini saja. Sebelumnya, saat Lhoksukon terendam, SSL juga menjadi salah satu garda terdepan dalam penyaluran donasi. Begitu pula saat bulan suci Ramadhan, etalase sedekah mereka berubah menjadi posko takjil bagi kaum duafa dan musafir.
Sistem Donasi yang Transparan dan Akuntabel
Kepercayaan publik menjadi bahan bakar utama motor penggerak SSL. Untuk memudahkan masyarakat yang ingin berpartisipasi, SSL membuka pintu donasi dalam berbagai bentuk:
- Donasi Tunai: Diterima paling lambat H-1 (Kamis) via transfer atau tunai untuk dialokasikan ke pesanan UMKM.
- Donasi Siap Saji: Bagi masyarakat yang ingin menyumbang makanan/minuman langsung, pos SSL di halaman Masjid Jamik siap menerima setiap Jumat mulai pukul 10.30 hingga 12.00 WIB.
Sistem yang terorganisir ini membuat SSL mampu bertahan hingga lebih dari tujuh tahun, sebuah usia yang cukup matang bagi komunitas sosial berbasis kerelawanan.
Panggilan Kemanusiaan: Memulihkan Aceh Bersama

Meski air mulai surut di beberapa titik, luka pasca-banjir 2025 masih menganga. Rumah-rumah yang rusak, hilangnya harta benda, dan trauma psikologis warga memerlukan waktu panjang untuk pulih. SSL meyakini bahwa proses pemulihan Aceh tidak bisa dilakukan sendirian.
“Kami membuka tangan lebar-lebar bagi siapa saja yang memiliki niat baik. Sekecil apa pun bantuan Anda, itu adalah nafas baru bagi saudara kita yang kehilangan segalanya,” tulis pesan ajakan dari SSL.
Bagi Anda yang ingin menjadi bagian dari gerakan perubahan ini, Steling Sedekah Lhokseumawe menyediakan saluran komunikasi langsung di nomor: WhatsApp/HP: 0852-6264-7888
Mengapa Gerakan Seperti SSL Penting?
Kehadiran SSL membuktikan bahwa kekuatan “Social Capital” atau modal sosial di Aceh sangat kuat. Gerakan yang diinisiasi oleh kelompok perempuan ini menunjukkan bahwa ketahanan bencana (disaster resilience) tidak hanya bergantung pada kebijakan top-down dari pemerintah, melainkan kekuatan akar rumput yang digerakkan oleh empati.
Harian Aceh Indonesia mengajak seluruh pembaca untuk tidak hanya menjadi penonton. Di balik steling (etalase) kaca yang sederhana itu, ada harapan ribuan warga yang terus dirajut. Mari ikut andil, karena memulihkan Aceh adalah tanggung jawab kita bersama.

























































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler