Menurutnya, ini kemungkinan merupakan kali pertama senjata tersebut digunakan dalam pertempuran oleh AS.
China sendiri dilaporkan pernah memakai senjata gelombang mikro saat bersitegang dengan India di Ladakh pada 2020.
Sumber yang sama menyebutkan, senjata seperti itu dapat memicu berbagai gejala seperti pendarahan, ketidakmampuan untuk bergerak, rasa sakit, hingga sensasi terbakar.
“Saya tidak bisa mengatakan semua gejala itu. Tapi ya, beberapa,” katanya. “Dan kita sudah memiliki versi senjata ini selama puluhan tahun.”






























































































