UPDATE

EROPAINTERNASIONAL

Takut Diserang Duluan, Netanyahu Minta Tolong Putin Sampaikan Pesan ke Iran

BANDA ACEH –  Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta pertolongan dari Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menyampaikan pesan kepada Iran bahwa Tel Aviv tidak memiliki niat melancarkan serangan. Seperti dilaporkan media Israel dilansir Anadolu, Selasa (6/1/2026), permintaan Netanyahu itu ditengah ketakutan Israel atas langkah serangan pendahuluan akan diambil oleh Iran.Menurut lembaga penyiaran publik KAN, mengutip sumber diplomatik anonim, Netanyahu meninta kepada Putin untuk menyampaikan pesan ‘kepastian’ kepada Iran bahwa Israel tidak memiliki rencana untuk melancarkan serangan. KAN melaporkan, pesan itu belum lama ini dikirim ke Iran, termasuk lewat perbincangan telepon antara Netanyahu dan Putin. 

KAN juga melaporkan bahwa Putin pada Oktober 2025 juga sudah pernah diminta oleh Netanyahu untuk menyampaikan pesan yang sama kepada Iran. Namun demikian, di hadapan Knesset pada Senin (5/1/2026), Netanyahu mengatakan bahwa ia mengirim pesan ke Iran bahwa jika Israel diserang, Iran akan menghadapi “konsekuensi yang sangat parah.”

Masih berdasarkan laporan KAN, saat ini terhadap kekhawatiran di kalangan pemerintahan Israel bahwa sebuah miskalkulasi oleh Iran bisa memicu sebuah serangan yang disebabkan oleh kekhawatiran Teheran akan kembali diserang oleh Israel. Beberapa pekan terakhir, kepemimpinan Politik dan keamanan Israel menggelar serangkaian diskusi terkait isu keamanan, termasuk membahas Iran.

Spekulasi muncul belakangan di media-media Israel tentang sebuah potensi serangan Israel ke Iran dengan alasan bahwa Teheran sendang “membangun kembali program rudal balistik”. Pada perang 12 hari Juni 2025, Teheran membalas serangan Israel dengan gelombang luncuran drone dan rudal balistik.

Siapkan serangan

Di tengah eskalasi demonstrasi di Iran yang diakibatkan protes masyarakat terhadap kondisi ekonomi, militer Israel seperti dilaporkan the New Arab, sedang menyiapkan kemungkinan sebuah serangan ‘kejutan’ terhadap Iran. Channel 12 Israel pada Kamis (1/1/2026) melaporkan bahwa kantor Kepresidenan Netanyahu menolak mengomentari demonstrasi yang tengah berlangsung di Iran, menyusul kekhawatiran, komentar dari Israel bisa memprovokasi Iran untuk mengambil langkah untuk mengalihkan isu.

Namun, para jenderal militer Israel dilaporkan sedang menyiapkan sebuah kemungkinan serangan terhadap Iran. “Kami memonitor sebuah event dramatis di dalam negeri Iran, dan masih sangat awal untuk mengetahui konsekuensinya,” kata seorang pejabat senior Israel dikutip Channel 12.

Channel 12 juga melaporkan bahwa militer Israel mempercepat persiapan untuk melakoni tiga front perang di Iran, Lebanon, dan wilayah pendudukan di Tepi Barat. Untuk Lebanon, Israel sudah sejak lama mengancam akan melanjutkan perang dalam skala penuh atas dasar kegagalan negara Lebanon melucuti senjata Hizbullah.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.