Memuat berita...

Imsak --:--
Iftar --:--
ADVERTISMENT
OPINI
OPINI

Bahlil Lahadalia Nyatakan Indonesia Setop Impor Solar Sinyal Tak Ada Lagi Antrean Panjang

Oleh:Rosadi Jamani

ANDA pasti risau bila ada antrean panjang truk kontainer, tronton, truk biasa di SPBU. 

Kalau di tempat sepi, mungkin tak masalah. Ini di tengah kota, berjejer panjang dan membuat tak nyaman pengendara lain. 

Sepertinya pemandangan itu segera berakhir. Soalnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berjanji. Ini janji orang timur, tahun 2026 Indonesia setop solar. Sinyal kuat, antrean solar pun lenyap. Benarkah demikian, simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Pemerintahan Prabowo Subianto kelihatannya bukan cuma galak pada koruptor, tapi juga mulai alergi akut pada kata impor. 

Kalau dulu impor diperlakukan seperti obat penenang, tiap ada masalah langsung diteguk, sekarang botolnya disingkirkan. Satu per satu. Pelan, tapi pasti. 

Setelah Menteri Pertanian pasang badan menghentikan impor beras, kini giliran Bahlil Lahadalia yang menggebrak meja, Indonesia setop impor solar.

Kalimat ini bukan kalimat biasa. Ini kalimat yang bikin antrean solar di SPBU langsung berkeringat dingin. Ini sinyal keras, sekeras knalpot truk di tanjakan Bukit Damai. Era solar langka, solar dibegal calo, dan solar bikin ribut warga, harusnya tamat riwayat.

Berita Lainnya:
Jabar dan Rakyat Kecil yang Lagi-Lagi Dikorbankan

Deklarasi itu keluar dari Balikpapan, kota yang sejak lama akrab dengan aroma minyak. Di kota inilah berdiri RDMP Balikpapan, dapur energi raksasa senilai 7,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp123-126 triliun. 

Bukan dapur mie instan, tapi dapur hajatan nasional. Diresmikan 12 Januari 2026, kilang ini langsung mengubah Balikpapan dari kota singgah jadi ibu kota logika energi. Dari kota pantai menjadi pusat kendali nasib solar republik.

Kapasitas kilang melonjak dari 260 ribu menjadi 360 ribu barel per hari. Itu artinya, sekitar seperempat kebutuhan BBM nasional bisa diisi dari satu titik. 

Solar, bensin, LPG, avtur, petrokimia, semuanya keluar dari dapur ini, kualitas Euro V pula. Hasilnya bukan cuma kebanggaan, tapi surplus 4 juta kiloliter solar pada 2026. 

Berita Lainnya:
Bahlil Tak Blak-blakan Dukung Prabowo-Gibran di 2029, Main Aman?

Kalau satu liter dihitung Rp10 ribu, itu Rp40 triliun. Belum lagi penghematan impor yang selama ini bocor ke luar negeri 3-4 miliar dolar AS per tahun. 

APBN yang biasanya megap-megap, mendadak bisa tarik napas panjang, potensi Rp95-115 triliun per tahun mengalir balik ke dalam negeri.

Selama bertahun-tahun, solar Indonesia itu seperti penumpang tetap kapal luar negeri. Singapura, Malaysia, dan Thailand jadi rumah singgah. 

Tahun 2024, impor solar kita 8,3 juta ton. Tahun 2025 turun ke ±5 juta ton, terbantu biodiesel. Januari–Oktober 2025 masih 4,01 juta ton. 

Mulai 2026? Nol. Angka paling sunyi, tapi paling berisik dampaknya. Singapura kehilangan pelanggan, Malaysia kehilangan tetangga boros, Thailand kehilangan pembeli setia.

image_print
1 2
Logo
Suara Netizen
Memuat konten netizen...
ADVERTISMENT
Update Terbaru
Memuat berita Info Aceh...
ADVERTISMENT
Orinews Logo

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...
Update Terbaru
Memuat Artikel...
MEMUAT BERITA...

Reaksi

Berita Lainnya