Memuat berita...

Imsak --:--
Iftar --:--
ADVERTISMENT
NASIONAL
NASIONAL

Drama Ijazah Jokowi Makin Panjang Usai Oegroseno Turun Panggung

0leh:Rosadi Jamani

   

MARI kita nonton sinetron ijazah Joko Widodo alias Jokowi. Kali ini ada pemain baru, mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno. Kehadiran Oegroseno akan menambah panjang sinetron ini. 

Selasa, 13 Januari 2026, PN Solo kembali jadi studio syuting. Bedanya, kali ini rating melonjak karena muncul pemain baru,  Oegroseno. 

Bukan figuran, bukan figür pelengkap, tapi karakter yang datang membawa dialog serius di tengah panggung yang makin absurd. 

Sementara tokoh utama, yang ijazahnya diperebutkan seperti cincin di Lord of the Rings, konon masih santai ngopi di rumah, menunggu takdir hukum selesai dirundingkan oleh semesta.

Oegroseno tampil tenang, tapi ucapannya seperti mercon banting di ruang sidang. Ia menyatakan penyitaan ijazah oleh polisi itu tidak lazim, aneh, dan terasa seperti memarkir sepeda ontel di landasan pacu bandara internasional. 

Berita Lainnya:
Petisi Ahli: Coret Hijab Polwan Perbuatan Konyol

Dalam logika hukum pidana, katanya, barang bukti harus punya hubungan langsung dengan tindak pidana. 

Ijazah? Itu bukan belati, bukan narkoba, bukan uang hasil kejahatan. Itu lebih mirip barang titipan, disimpan, dijaga, tapi tak bisa seenaknya diperlakukan sebagai bukti dosa. 

Di titik ini, istilah “barang bukti” dan “barang titipan” berubah dari konsep hukum menjadi duel filosofis yang bikin mahasiswa hukum mendadak rajin buka buku.

Belum cukup sampai di situ, Oegroseno masuk ke bab yang lebih panas, perbandingan dokumen. Ia membandingkan ijazah Jokowi yang beredar dengan ijazah asli UGM tahun 1985. 

Hasilnya bukan sekadar beda font atau salah ketik nama, tapi perbedaan yang disebut signifikan. 

Foto wajah di ijazah, menurut hasil forensik yang disinggungnya, tidak sepenuhnya cocok dengan wajah asli Jokowi. 

Berita Lainnya:
Warga Sempat Lihat Pria saat Bayi Dibuang di Gerobak Nasi Uduk: Bukan Anak Kecil, Orang Dewasa

Hologram dan materai pun disebut berbeda dari standar ijazah UGM era itu, bahkan nominal materainya dinilai tak sesuai dengan aturan yang berlaku pada masanya. 

Ruang sidang pun seketika berubah jadi laboratorium forensik dadakan, tempat materai dan hologram diperlakukan bak artefak Mesir kuno.

Menariknya, kegaduhan ini tidak berdiri sendiri. Di luar gedung PN Solo, semesta hukum Indonesia juga sedang ramai seperti pasar malam. 

Di saat ijazah diperlakukan bak pusaka negara, sebanyak 12 mahasiswa justru melangkah ke Mahkamah Konstitusi (MK), menggugat pasal penghinaan presiden. 

Seolah-olah republik ini sedang menggelar festival besar bertajuk “Uji Nyali Konstitusi”, di mana satu pihak mempertanyakan selembar kertas bernama ijazah, sementara pihak lain menyoal sejauh mana warga boleh mengkritik kepala negara tanpa harus berkenalan dengan jeruji besi. 

image_print
1 2 3
Logo
Suara Netizen
Memuat konten netizen...
ADVERTISMENT
Update Terbaru
Memuat berita Info Aceh...
ADVERTISMENT
Orinews Logo

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...
Update Terbaru
Memuat Artikel...
MEMUAT BERITA...

Reaksi

Berita Lainnya