BANDA ACEH – Iran mengklaim militernya dalam kesiap siagaan tinggi di tengah konflik dengan AS dan Israel. Bahkan Iran mengklaim memproduksi rudal secara signifikan sejak tahun 2025 lalu.
Kini Iran memiliki lebih dari 3.000 rudal balistik yang mampu menghancurkan musuh.
Pernyataan itu disampaikan Komandan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigjen Majid Mousavi.
Ia mengklaim kemampuan militer Iran melonjak secara signifikan pasca perang 14 hari dengan Israel pada Juni 2025 silam.
Pasalnya seusai perang tersebut, Iran gencar memproduksi rudal demi mempersenjatai militernya.
Setidaknya Iran memiliki lebih dari 3.000 rudal balistik, mencakup rudal jarak pendek, menengah, hingga rudal jelajah berpresisi tinggi.
Di satu sisi, dua pejabat Eropa yang tidak disebutkan namanya mengatakan intervensi militer AS bisa terjadi dalam 24 jam ke depan.
Hal senada disampaikan seorang pejabat Israel yang tak ingin disebutkan namanya.
Ia mengatakan Trump telah memutuskan untuk menyerang Iran, meski cakupan aksi militer tersebut masih belum jelas.
Prediksi ini didukung laporan AS mengevakuasi beberapa personel militer dari pangkalan-pangkalan di Timur Tengah.
Kondisi ini untuk mengantisipasi serangan balas dendam dari Iran.






























































































