BANDA ACEH – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menerima kunjungan lapangan Tim Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas RI bersama Tim Kementerian Agama RI, Rabu hingga Jumat (14–16/1/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari evaluasi kesiapan UIN Ar-Raniry sebagai calon perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) yang diusulkan menerima pembiayaan melalui skema Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN), salah satu program prioritas pemerintah periode 2025–2029.
Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman MAg mengatakan evaluasi mencakup kesiapan dokumen teknis, baik aspek hard component maupun soft component, terkait rencana pembangunan dan pengembangan sarana prasarana kampus.
“Program ini diharapkan menjadi motor transformasi UIN Ar-Raniry menuju world class university melalui pengembangan smart campus, smart building, dan techno university,” ujar Mujiburrahman saat menerima tim di Gedung Rektorat.
Dalam pemaparannya, Mujiburrahman menjelaskan Kampus I UIN Ar-Raniry saat ini menampung lebih dari 22 ribu mahasiswa di atas lahan sekitar 33 hektare. Sebagian infrastruktur dinilai tidak lagi memadai, terutama bangunan lama pascagempa dan tsunami Aceh 2004 yang mengalami penurunan kualitas struktur dan berisiko terhadap keselamatan.
“Pengembangan Kampus I menjadi kebutuhan strategis dan mendesak. Kami merencanakan pembangunan sembilan titik gedung baru yang diproyeksikan mampu menampung lebih dari 14 ribu mahasiswa,” katanya.
Ia menambahkan, peningkatan jumlah peminat mahasiswa baru dari tahun ke tahun menuntut ketersediaan ruang belajar, laboratorium, serta fasilitas pendukung yang layak, aman, dan manusiawi.
Menurut Mujiburrahman, pembangunan infrastruktur melalui skema pinjaman luar negeri ini diharapkan memberikan tiga dampak strategis, yakni memperkuat posisi UIN Ar-Raniry sebagai pusat keilmuan Islam dan ekonomi syariah, mendukung pembukaan fakultas baru termasuk rencana Fakultas Kedokteran, serta mendorong kolaborasi lintas disiplin melalui ruang akademik terpadu.
Ketua Tim Direktorat PTI Bappenas RI, Dimas Suryo Sudaryo, mengatakan kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan teknis UIN Ar-Raniry sebelum diusulkan ke tahap selanjutnya, yakni masuk dalam Daftar Calon Penerima Pinjaman Luar Negeri yang akan dituangkan dalam Green Book Bappenas.
“Evaluasi dilakukan untuk memastikan rencana pembangunan infrastruktur telah disusun sesuai prosedur dan ketentuan, sehingga layak dilanjutkan ke tahap perencanaan nasional,” ujarnya.






























































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler