BANDA ACEH – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menyebut bahwa langkah Presiden RI Prabowo Subianto yang masuk ke Dewan Perdamaian justru mencoreng upaya kemerdekaan Palestina.
Ketua Umum YLBHI, Muhammad Isnur menegaskan ihwal langkah tersebut menunjukkan komitmen sesat pemerintah terhadap upaya-upaya yang telah dilakukan oleh masyarakat sipil untuk Palestina.
Keputusan Prabowo bergabung ke Dewan Perdamaian mencoreng cita-cita Indonesia yang ingin Palestina merdeka.
Hal ini juga sama saja dengan Indonesia mendukung praktik genosida yang dilakukan Israel terhadap Palestina.
“YLBHI melihat keikutsertaan Prabowo dalam Piagam Board of Peace (BoP) mencoreng suara masyarakat sipil yang turut menyuarakan kemerdekaan untuk Palestina,” kata Isnur dalam keterangannya, Kamis (29/1/2026) seperti dimuat Tribunnews.com.
“Praktik ini juga melanggengkan impunitas terhadap pelaku genosida,” sambungnya.
YLBHI memandang eksistensi Dewan Perdamaian menjadi ruang lingkup pelanggengan impunitas terhadap pelanggaran HAM.
Dewan Perdamaian seakan menjadi jalan pintas untuk menabrak segala bentuk hukum internasional yang berlaku.
YLBHI memandang keputusan Prabowo untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian sebagai keputusan yang keliru dan menunjukkan pola otoritarianisme.
“Yaitu dengan menunjukkan minimnya partisipasi publik serta pengabaian prinsip-prinsip HAM yang banyak diserukan oleh masyarakat sipil,” tutur Isnur.
Maka dari itu YLBHI turut mengecam penggunaan uang pajak rakyat yang digunakan untuk bergabung menjadi bagian dari Dewan Perdamaian.
Pasalnya, biaya tersebut bersumber dari APBN yang semestinya digunakan untuk pemenuhan hak warga negara.
“Indonesia sendiri masih menghadapi krisis pasca bencana yang terjadi di tiga provinsi di Sumatera Utara, seharusnya pemerintah dapat menilai skala prioritas,” pungkas Isnur.
Diketahui Donald Trump membentuk Dewan Perdamaian. Salah satu target proyek Dewan Perdamaian ialah mencapai gencatan senjata di Gaza secara penuh.
Namun anehnya, Donald Trump tidak melibatkan Palestina dalam Dewan Perdamaian tersebut.
Sebaliknya, AS justru mengajak Israel dalam Dewan Perdamaian.
Sementara itu Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengungkapkan alasan Indonesia bergabung ke Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BOP) besutan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
“Keanggotaan Indonesia di dalam BOP tujuannya adalah untuk mendorong penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil,” kata Jubir II Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela dalam jumpa pers virtual, Kamis (22/1/2026).
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler