BANDA ACEH – Kondisi kejiwaan Suderajat (49) dan istri diungkap Camat Bojonggede, Kabupaten Bogor, Tenny Ramdhani.Pasalnya, pedagang es gabus ramai dibicarakan setelah bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Suderajat mendapatkan cemoohan publik karena kabar dirinya berbohong.
Pedagang es Gabus itu mendapatkan banyak simpati masyarakat setelah dituding oknum aparat menggunakan spons sebagai bahan dagangan.
Tuduhan itu ternyata tidak terbukti. Es gabus yang dijual Suderajat aman dikonsumsi.
Kondisi Kejiwaan Suderajat
Di tengah cemoohan publik dan beredarnya berbagai rumor kebohongan, Tenny menyebut hasil asesmen lintas instansi menemukan indikasi disabilitas pada Suderajat dan istrinya.
Kondisi itu diduga berkaitan dengan gangguan mental pascatrauma, sehingga kemampuan komunikasi verbal keduanya cukup terbatas.
“Lalu kemudian terkait banyak rumor tentang Pak Suderajat, mungkin jawabannya ketika ditanya (Dedi Mulyadi dalam video) selalu berubah-ubah dan terkesan seperti berbohong. Hasil dari asesmen kami, itu terdapat indikasi disabilitas, baik pada Pak Suderajat maupun istrinya,” kata Tenny dikutip dari Kompas.com.
Dari hasil asesmen tersebut ada dugaan gangguan mental pascatrauma.
Sehingga komunikasi verbal dengan yang bersangkutan memang cukup terbatas dan sulit.
“Apalagi kondisi istrinya bahkan terlihat lebih parah,” ungkapnya.
Tenny menuturkan keterangan dari ketua RT dan RW setempat juga menunjukkan adanya keterbelakangan secara psikologis dan mental pada Suderajat.
Kondisi tersebut diduga sudah ada sebelumnya dan diperparah oleh tekanan trauma setelah kejadian (difitnah aparat) serta banyaknya orang yang datang ke rumahnya.
“Kami baru bicara indikasi, ya. Tapi yang terlihat jelas itu istrinya,” katanya.
Bahkan Suderajat pun ketika diajak komunikasi oleh ketua RT dan RW di lingkungan sekitarnya terindikasi ada keterbelakangan secara psikologis dan mental.
“Jadi Pak Suderajat itu memiliki disabilitas dan memerlukan perhatian khusus memang. Serta tekanan setelah kejadian (trauma) dan banyaknya orang datang ke rumah saat itu (gak terbiasa ketemu orang banyak),” bebernya.
Dituding Berbohong
Suderajat mendapatkan cemoohan setelah sempat mendapatkan simpati dari masyarakat.
Hal itu terkait klaim bantuan dan tempat tinggalnya.
Tenny Ramdhani menegaskan, Suderajat bukan tinggal di kontrakan karena tidak memiliki rumah, melainkan karena rumahnya sedang direhabilitasi melalui program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Selama proses pembangunan berlangsung, Suderajat diungsikan sementara ke kontrakan.






























































































