BANDA ACEH – Aktor Ammar Zoni tak kuasa menahan tangis di sela-sela sidang lanjutan kasus peredaran narkoba dalam Rumah Tahanan (Rutan) Salemba yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (12/2/2026).
Diketahui, sidang kali ini beragendakan saksi verbal dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) di mana Majelis Hakim baru memeriksa dua dari empat orang yang hadir.
Dua saksi itu adalah Jaya, teman satu sel Ammar Zoni di Rutan Salemba dan Kanit Reskrim Polsek Cempaka Putih AKP Yossy Januar selaku penyidik yang memerika enam terdakwa.
Saksi pertama yang diperiksa adalah Jaya. Dia menjelaskan peran Ammar Zoni dalam mengendalikan narkotika jenis sabu di dalam Rutan Salemba.
“Saya pernah (disuruh Ammar nganterin barang),” ujar Jaya menjawab pertanyaan JPU.
Jaya mengaku bayaran yang dijanjikan sang aktor untuk jasanya mengantar sabu terbilang sangat kecil yakni sebesar Rp100 ribu per minggunya.
“Dia bilang saat itu seminggu Rp100 ribu,” ungkap Jaya.
Setelahnya, giliran AKP Yossy yang memberikan kesaksian. Ia membantah telah melakukan intimidasi dengan kekerasan terharap keenam terdakwa, termasuk Ammar Zoni.
Yossy juga memutar rekaman interogasi yang dilakukan kepada Ammar. “Tidak pernah ada Yang Mulia, mereka yang ngomong seperti ini karena takut sama Ammar,” tegas Yossy.
Tak hanya itu, Yossy juga memperkuat pernyataan Jaya soal peran Ammar Zoni sebagai bandar narkoba.
Sederet tuduhan itulah yang membuat psikologis Ammar Zoni terguncang. Ia menangis di pelukan ibu angkatnya, Titik Haryanti, serta sang kekasih, Dokter Kamelia.
“Maksudnya terlalu banget, mentang-mentang mereka mempunyai nama, dari kepolisian gimana gitu, makanya aku benar-benar kayak difitnah banget,” kata Ammar Zoni sambil terisak.
“Masalah aku apa sih gitu loh. Maksudnya apa gitu kaya jahat banget gitu. Aku sudah diginiin, aku sudah rusak, sudah hancur semuanya, apa sih masa masih pengen dihancurin terus, hidup aku pengen dihancurin terus. Bawa-bawa keluarga, bawa anak gitu kan dibilang aku bandar,” tambahnya.
Saat ini, Majelis Hakim tengah menunda sidang karena memasuki waktu istirahat. Ammar pun kembali memasuki ruang tunggu tahanan dengan mata yang terlihat sembap.
















































































































