EDUKASI
EDUKASI

Target Masuk 500 Besar Asia 2029, UIN Ar-Raniry Perkuat Kemandirian Bisnis BLU

BANDA ACEH – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menargetkan masuk 500 besar universitas Asia pada 2029 seiring penguatan kemandirian bisnis berbasis Badan Layanan Umum (BLU).

Komitmen itu ditegaskan dalam Rapat Kerja (Raker) 2026 yang digelar pada 12–13 Februari di Auditorium Prof Ali Hasjmy, mengusung tema “Resiliensi BLU dan Akselerasi Rekognisi Global”.

Advertisements

Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman MAg menyebut dalam tiga tahun terakhir pendapatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) BLU menunjukkan tren meningkat. Namun, struktur belanja masih didominasi kebutuhan pegawai dan operasional rutin.

“Pendapatan PNBP memang menunjukkan tren positif, tetapi struktur belanja masih didominasi operasional rutin. Jika ingin melompat lebih jauh, kita harus memperkuat belanja produktif dan investasi pengembangan,” ujarnya saat membuka raker, Kamis (12/2/2026).

Berita Lainnya:
Lumpuh Pascabanjir Lumpur, Kini Proses Belajar Mengajar SD Negeri 9 Takengon Kembali Pulih

Menurutnya, model pengelolaan BLU tidak cukup hanya menjaga stabilitas operasional, tetapi harus bergerak menuju ekspansi produktif berbasis optimalisasi aset dan keunggulan institusi. Resiliensi BLU, kata dia, berarti kampus memiliki daya tahan finansial, fleksibilitas operasional, serta sumber pendapatan yang terdiversifikasi dan berkelanjutan.

Target masuk 500 besar Asia tertuang dalam Rencana Induk Pengembangan (RIP) 2015–2039, khususnya tahap III (2025–2029). Sasaran itu selaras dengan Renstra 2025–2029 yang menekankan peningkatan daya saing institusi, mutu tridharma, dan tata kelola menuju universitas bereputasi internasional.

Rektor Mujib juga mengaitkan arah pengembangan tersebut dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 12 Tahun 2025.

Berita Lainnya:
1.050 Mahasiswa USK Diterjunkan ke Daerah Terdampak Bencana Aceh

Dalam roadmap 2025–2029, UIN Ar-Raniry menargetkan kontribusi sektor bisnis mencapai 20 persen dari total pendapatan institusi. Strategi ditempuh melalui optimalisasi aset dan pengembangan unit usaha berbasis profesionalisme serta manajemen risiko.

Sejumlah program prioritas disiapkan, antara lain penguatan klinik utama dan layanan kesehatan terpadu, pengembangan Ar-Raniry Store dan lini produk komersial, revitalisasi asrama mahasiswa berbasis layanan bisnis, pembentukan pusat pelatihan dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), pengembangan lab school dan rencana rumah sakit pendidikan, serta transformasi digital sistem bisnis dan pemasaran.

Kepala Pusat Pengembangan Bisnis UIN Ar-Raniry, Hendra Syahputra, menyatakan diversifikasi pendapatan menjadi kunci ketahanan institusi di tengah dinamika pembiayaan pendidikan tinggi.

1 2
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya