LINGKUNGAN
LINGKUNGAN

Bagaimana Burung Purba Memenuhi Tuntutan Energi untuk Terbang?

Beberapa jaringan lunak seperti kulit dan bulu dapat memancarkan cahaya ketika terkena sinar ultraviolet. O’Connor menjelaskan bahwa tim menggunakan sinar ultraviolet pada tahap-tahap tertentu selama proses preparasi fosil untuk memastikan tidak ada jaringan lunak yang rusak. Ia juga menekankan bahwa beberapa jaringan lunak dan fragmen tulang berukuran sangat kecil dan sangat mudah terlewat jika tidak diamati secara aktif dan cermat.

Dalam proses tersebut, Shinya dan rekannya Connie Van Beek menemukan fitur mikroskopis yang tidak biasa pada tengkorak fosil. O’Connor mengenang bahwa mereka sempat memanggilnya untuk melihat sesuatu yang dianggap aneh. Ia melihat titik-titik kecil yang bercahaya, namun pada saat itu ia belum memahami apa yang sebenarnya sedang diamati.

Untuk memahaminya, O’Connor merujuk pada buku anatomi burung dan menemukan ilustrasi mengenai papila oral. Ia kemudian menjelaskan bahwa burung memiliki deretan tonjolan kecil berdaging di langit-langit mulut yang disebut papila oral. Struktur ini membantu mengarahkan makanan ke tenggorokan dan mencegahnya masuk ke saluran pernapasan.

Berita Lainnya:
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Usai Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Setelah membandingkan posisi dan bentuk jaringan yang terawetkan pada mulut Archaeopteryx dengan papila oral pada burung modern, tim menyimpulkan bahwa mereka telah menemukan papila oral pertama dalam catatan fosil sekaligus bukti keberadaannya pada Archaeopteryx.

Peneliti juga mengidentifikasi fitur lain dalam tengkorak yang sebelumnya belum pernah teramati, termasuk serpihan tulang kecil yang ternyata merupakan tulang lidah. O’Connor menjelaskan bahwa tulang tersebut merupakan salah satu tulang terkecil dalam tubuh dan menunjukkan bahwa Archaeopteryx memiliki lidah yang sangat fleksibel, sebagaimana banyak burung modern saat ini.

Berita Lainnya:
Pimpin Rakor Penanggulangan Bencana, Wagub Minta Kabupaten Kota Fokus Persiapan Ramadhan

Melalui pemindaian CT, para peneliti juga menemukan bahwa ujung paruh Archaeopteryx mengandung terowongan kecil yang merupakan jejak saraf. Pada burung modern, struktur serupa membentuk organ sensitif di ujung paruh yang membantu mereka mencari makanan.

Secara keseluruhan, keberadaan papila oral, tulang lidah, dan organ sensitif di ujung paruh menunjukkan bahwa burung pertama telah mengembangkan berbagai strategi untuk menemukan dan menelan makanan secara lebih efisien. Adaptasi tersebut berkembang seiring dengan kemampuan terbang yang membutuhkan energi sangat besar.

O’Connor menyatakan bahwa penemuan ini memperlihatkan perubahan yang sangat jelas dalam cara dinosaurus makan. Tepatnya, saat mereka mulai terbang dan harus memenuhi tuntutan energi yang sangat tinggi.

1 2 3
Geser »

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Indonesia
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data...
Update Terbaru
A

Redaksi

14 Feb 2026

Sandaran yang Patah
A

Azharsyah Ibrahim

14 Feb 2026

Dinamika Praktik Gala Tanoh di Aceh
A

Redaksi

13 Feb 2026

Bongkar Buku – MADILOG
A

Redaksi

13 Feb 2026

Takdir dan Keikhlasan
A

Tabrani Yunis

12 Feb 2026

Gamang
A

Redaksi

12 Feb 2026

The End of Ideology
A

Siti Hajar

11 Feb 2026

Konstitusi dan Air Mata Anak Negeri
A

Redaksi

11 Feb 2026

MBG vs Guru Honorer
A

Redaksi

10 Feb 2026

Mengubah Nasib Ke Luar Negeri
A

Dayan Abdurrahman

10 Feb 2026

Tatanan Global Dan Luka Peradaban
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya