NASIONAL
NASIONAL

Waspada! Link Video Fatima Jatoi 6 Menit 39 Detik yang Viral

BANDA ACEH – Dalam beberapa hari terakhir, frasa “link video Fatima Jatoi 6 menit 39 detik” menjadi tren pencarian populer di berbagai platform media sosial seperti TikTok, X (Twitter), dan Instagram. Banyak warganet penasaran karena tautan tersebut diklaim berisi video pribadi atau konten sensasional dari kreator TikTok asal Pakistan, Fatima Jatoi. Namun, kenyataannya jauh berbeda—ini hanyalah jebakan penipuan (phishing) yang mengancam keamanan data pribadi pengguna.

Siapa Fatima Jatoi dan Mengapa Namanya Diseret?

Fatima Jatoi adalah influencer TikTok dan Instagram yang dikenal dengan konten gaya hidup, fashion, serta komedi ringan. Ia memiliki ratusan ribu pengikut dan tidak pernah terlibat dalam konten eksplisit atau skandal pribadi sebelumnya. Tren ini bermula dari unggahan anonim di media sosial yang memprovokasi dengan caption seperti “Video bocor Fatima Jatoi 6 menit 39 detik – full tanpa sensor!” atau “Klik link di bio untuk nonton aslinya!”. Thumbnail sering menggunakan foto Fatima dengan efek buram atau teks clickbait untuk memancing rasa ingin tahu.

Berita Lainnya:
Habib Bahar Jadi Tersangka, Sang Ibu Laporkan Balik Istri Anggota Banser dengan Tuduhan Kesaksian Palsu

Fakta Sebenarnya: Tidak Ada Video Asli

Fatima Jatoi sendiri telah memberikan klarifikasi tegas melalui story Instagram dan pernyataan publik. Ia membantah keras keberadaan video tersebut, menyebutnya sebagai fitnah, hoaks, dan kemungkinan besar hasil manipulasi digital atau deepfake berbasis AI. Tidak ada bukti kredibel atau rekaman asli yang beredar. Para pakar keamanan siber dan fact-checker dari berbagai sumber juga menyimpulkan bahwa klaim ini palsu dan hanya dimanfaatkan untuk menipu pengguna.

Mengapa Ini Jebakan Phishing?

Hampir semua link yang beredar tidak mengarah ke video sungguhan. Sebaliknya, tautan tersebut mengarahkan korban ke:  

  • Situs iklan pay-per-click (untuk menghasilkan uang dari klik).  
  • Halaman phishing yang meminta login akun media sosial, email, atau data pribadi.  
  • Website berbahaya yang bisa menginstal malware atau virus ke perangkat.
Berita Lainnya:
MUI Akhirnya Dukung Keputusan Prabowo Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump

Tujuan utama pelaku adalah mencuri informasi sensitif, mengambil alih akun, atau meraup keuntungan finansial melalui monetisasi ilegal. Fenomena serupa pernah terjadi dengan tren video viral palsu lainnya, dan ini menjadi ancaman serius di era disinformasi digital.

Pesan Penting untuk Warganet  

  • Jangan pernah klik link mencurigakan yang menjanjikan konten sensasional atau “bocoran eksklusif”. 
  • Selalu verifikasi informasi langsung dari sumber resmi, seperti akun Fatima Jatoi sendiri.  
  • Waspadai pola clickbait dengan durasi spesifik (seperti 6 menit 39 detik) yang sering digunakan sebagai umpan phishing.  
  • Lindungi data pribadi dan perangkat dengan tidak mengakses situs tidak dikenal serta gunakan fitur keamanan seperti two-factor authentication.

Tren seperti ini mengingatkan kita betapa mudahnya rasa penasaran dimanfaatkan untuk kejahatan siber. Lebih baik abaikan dan laporkan konten semacam itu daripada menjadi korban berikutnya. Tetap aman di dunia digital!

image_print
1 2
Geser »

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Indonesia
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data...
Update Terbaru
A

Redaksi

16 Feb 2026

Serangkai Puisi Delia Rawanita
A

Tabrani Yunis

15 Feb 2026

Melukis Kata itu Seperti Apa?
A

Tabrani Yunis

15 Feb 2026

Melukis Kata, Mengangkat Fakta
A

Redaksi

15 Feb 2026

Sertifikat Tanah Jahannam
A

Redaksi

14 Feb 2026

Sandaran yang Patah
A

Azharsyah Ibrahim

14 Feb 2026

Dinamika Praktik Gala Tanoh di Aceh
A

Redaksi

13 Feb 2026

Bongkar Buku – MADILOG
A

Redaksi

13 Feb 2026

Takdir dan Keikhlasan
A

Tabrani Yunis

12 Feb 2026

Gamang
A

Redaksi

12 Feb 2026

The End of Ideology
A

Siti Hajar

11 Feb 2026

Konstitusi dan Air Mata Anak Negeri
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya