LIFESTYLE
LIFESTYLE

Benarkah Puasa Bikin Otak Lemot? Studi Ungkap Dampaknya pada Kinerja Kognitif

Mereka mengidentifikasi 63 artikel ilmiah yang mencakup 71 studi independen, dengan total 3.484 partisipan. Para peserta diuji menggunakan 222 ukuran kognitif berbeda. Penelitian tersebut mencakup periode panjang, dari 1958 hingga 2025.

Hasilnya? Tidak ada perbedaan signifikan dalam kinerja kognitif antara orang dewasa sehat yang berpuasa dan yang baru makan. Tes yang mengukur perhatian, memori, dan fungsi eksekutif menunjukkan performa yang relatif sama, terlepas dari apakah peserta baru saja makan atau tidak.

Meski demikian, analisis tersebut menemukan tiga faktor penting yang dapat memengaruhi dampak puasa terhadap kemampuan mental.

Pertama, usia. Pada orang dewasa, tidak ditemukan penurunan kinerja mental yang terukur saat berpuasa. Namun, anak-anak dan remaja menunjukkan hasil tes yang lebih buruk ketika melewatkan makan.

Otak yang masih berkembang tampaknya lebih sensitif terhadap fluktuasi energi. Temuan ini memperkuat anjuran lama bahwa anak sebaiknya berangkat ke sekolah setelah sarapan yang cukup.

Berita Lainnya:
Sosok yang Berani Beli Lukisan Kuda Api SBY Rp6,5 Miliar Ternyata Pengusaha Batubara

Kedua, durasi puasa. Puasa yang lebih lama justru dikaitkan dengan kesenjangan performa yang lebih kecil antara kondisi lapar dan kenyang. Hal ini diduga karena peralihan ke penggunaan keton membantu menjaga pasokan energi yang stabil bagi otak ketika glukosa menipis. Namun, performa cenderung lebih rendah jika tes dilakukan di penghujung hari. Artinya, puasa bisa memperkuat penurunan energi alami yang mengikuti ritme sirkadian tubuh.

Ketiga, jenis tugas kognitif. Saat tugas melibatkan simbol atau bentuk netral, peserta yang berpuasa tampil sama baiknya, bahkan kadang sedikit lebih baik. Namun, ketika tugas memuat isyarat terkait makanan, performa peserta yang lapar menurun. Rasa lapar tidak selalu membuat otak “berkabut”, tetapi bisa membuat seseorang lebih mudah terdistraksi ketika ada rangsangan yang berkaitan dengan makanan.

Berita Lainnya:
Rekomendasi Bare Metal Server untuk SaaS Provider dan Startup

Bagi sebagian besar orang dewasa sehat, temuan ini cukup melegakan. Puasa intermiten atau pola puasa lainnya dapat dijalani tanpa perlu takut kehilangan ketajaman berpikir. Meski begitu, puasa bukanlah pendekatan yang cocok untuk semua orang.

Anak-anak dan remaja membutuhkan asupan makan teratur untuk mendukung perkembangan otak dan performa belajar. Selain itu, jika pekerjaan menuntut kewaspadaan tinggi di akhir hari atau sering terpapar godaan makanan, puasa mungkin terasa lebih sulit dijalani.

Bagi kelompok tertentu, seperti mereka yang memiliki kondisi medis khusus atau kebutuhan diet tertentu, puasa sebaiknya dilakukan dengan pendampingan profesional. Manfaat dan tantangan puasa akan berbeda pada tiap individu, tergantung kondisi tubuh dan kebutuhan masing-masing.

image_print
1 2
Geser »

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...
Update Terbaru
A

Novita Sari Yahya

20 Feb 2026

Ibu yang Menjaga Api Kehormatan
A

Asmaul Husna

20 Feb 2026

Nyanyian Rindu
A

Redaksi

20 Feb 2026

Bedah Buku – Of Grammatology
A

Rosadi Jamani

20 Feb 2026

Kadis Kesehatan Itu Gugur di Meja Kerja
A

Paulus Laratmase

20 Feb 2026

Fenomena, Kekuasaan, dan Realitas Sosial
A

Tabrani Yunis

20 Feb 2026

Perjalanan Suci Sang Mentari
A

Redaksi

20 Feb 2026

Personal Branding
A

Redaksi

20 Feb 2026

Filosofi Jarimu
A

Tabrani Yunis

19 Feb 2026

Produktif Menulis, Kala Puasa Ramadan
A

Tabrani Yunis

18 Feb 2026

Kelas Afirmasi Masih Perlu
A

Novita Sari Yahya

17 Feb 2026

Percakapan Sunyi di Ambang Kekuasaan
A

Redaksi

17 Feb 2026

Meugang yang Basah
A

Redaksi

17 Feb 2026

Buku ( Tak) Terlarang
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya