Meski dihujani kritik dan penolakan dari negara-negara Barat, magnet Donald Trump masih cukup kuat bagi negara-negara di kawasan Arab dan beberapa sekutu strategis AS lainnya. Indonesia, misalnya, tetap memutuskan untuk bergabung dalam dewan ini. Presiden Prabowo Subianto bahkan dilaporkan sudah berada di Washington DC untuk menghadiri pertemuan tersebut sebagai wujud peran aktif Indonesia dalam diplomasi perdamaian global.


























































































































