BANDA ACEH – Politisi Partai NasDem Ahmad Sahroni kembali menduduki kursi Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Ia kembali menempati pos yang pernah ia duduki sebelum dinonaktifkan oleh Majelis Kehormatan DPR (MKD) pada 5 November 2025 lalu. Penetapan Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III dilakukan dalam rapat pleno pelantikan pimpinan Komisi III DPR RI, Kamis (19/2/2026). Sahroni menggantikan Rusdi Masse yang mundur dari NasDem karena pindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
“Kami sebagai pimpinan rapat akan menanyakan kepada Anggota Komisi III DPR RI, apakah Ahmad Sahroni dapat disetujui untuk ditetapkan sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI,” tanya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam rapat.
“Setuju,” jawab peserta rapat.
Sebagai informasi, Sahroni sebelumnya memang sempat menjabat posisi Wakil Ketua Komisi III sebelum digantikan Rusdi Masse pada 4 September 2025. Pergantian itu dilakukan buntut pencopotan sekaligus penonaktifan yang dilakukan DPP Nasdem pada 31 Agutus 2025, usai Sahroni melontarkan pernyataan kontroversial yang menjadi salah satu pemicu demonstrasi besar-besaran terhadap DPR RI pada akhir Agustus 2025. Bahkan, rumah Sahroni kala itu sempat dijarah oleh massa.
Kasus tersebut bergulir di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) hingga Sahroni dinyatakan melanggar kode etik dan dijatuhi hukum penonaktifan sementara pada 5 November 2025. Dalam putusan MKD, Sahroni dijatuhi vonis bersalah dan penonaktifan selama enam bulan, terhitung sejak DPP Nasdem menjatuhkan penonaktifannya.
Mental Orang Tertolol di Dunia
Penggantian Sahroni ini menjadi perhatian publik karena sebelumnya politikus yang sempat dijuluki “crazy rich Tanjung Priok” tersebut sempat menuai kontroversi karena pernyataannya.
Sahroni mengatakan, desakan untuk membubarkan DPR adalah sikap yang keliru. Dia bahkan menyebut bahwa pandangan tersebut sebagai mental orang tolol. Dia pun mengingatkan bahwa boleh saja mengkritik DPR, mencacai maki dan komplain. Hanya saja harus punya adat istiadat dan sopan santun dalam menyampaikan kritik.
“Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia. Kenapa? Kita nih memang orang semua pintar semua? Enggak bodoh semua kita,” ujar Sahroni saat melakukan kunjungan kerja di Polda Sumatera Utara (Sumut) pada Jumat, 22 Agustus 2025.
Diketahui, desakan pembubaran DPR mencuat seiring munculnya rincian gaji dan penghasilan anggota DPR yang dinilai fantastis hingga Rp 230 juta per bulan, namun dinilai tak diimbangi dengan kinerja anggota DPR.
















































































































