BANDA ACEH – Jagad media sosial lagi chaos gara-gara interaksi panas antara pejabat negara dan mahasiswa.Nama Irjen Pol. Sony Sonjaya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), mendadak jadi trending topic. Hal ini bermula saat akun Instagram miliknya meninggalkan komentar bernada defensif plus emoji monyet di unggahan kritik Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto.
Polemik ini memicu diskusi panjang soal etika komunikasi pejabat publik di ruang digital. Lantas, siapa sebenarnya sosok di balik akun @sonysonjayabd ini?
Biodata Sony Sonjaya dan Karier Mentereng di Korps Bhayangkara
Irjen Sony Sonjaya bukan orang sembarangan. Ia adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1991.
Sebelum menjabat di BGN, pria kelahiran Bandung, 20 Oktober 1967 ini punya jam terbang tinggi di Polri, terutama di bidang reserse.
Beberapa posisi strategis yang pernah ia duduki antara lain:
- Kapolres Bandung (2011)
- Direskrimum Polda Aceh (2020)
- Direskrimsus Polda Aceh (2021)
- Wakil Kepala BGN Bidang Operasional (2025–Sekarang)
Baru Saja Terima Bintang Jasa dari Presiden
Ironisnya, belum lama sebelum polemik ini meledak, tepatnya pada 13 Februari 2026, Sony Sonjaya baru saja dianugerahi Tanda Kehormatan Bintang Jasa Pratama oleh Presiden Prabowo Subianto.
Penghargaan ini diberikan atas kontribusinya dalam memperkuat ketahanan gizi nasional lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“BODO ??? Telah memberi makan kepada 60 juta Balita… lah… yang orasi telah menghasilkan apa?” tulis akun Sony Sonjaya dalam kolom komentar yang viral tersebut.
Tugas Berat di Badan Gizi Nasional
Di BGN, Sony memegang peran krusial sebagai Ketua Tim Verifikasi. Ia bertanggung jawab memastikan distribusi program MBG tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Ia sering turun langsung ke wilayah seperti Aceh dan Lampung untuk memantau pemenuhan gizi ibu hamil hingga balita.
Namun, rekam jejak prestasinya kini dibayangi oleh perdebatan publik.
Penggunaan emoji monyet dalam menanggapi kritik mahasiswa dianggap sebagian netizen sebagai tindakan yang kurang humble bagi seorang pejabat setingkat jenderal bintang dua.***






















































































































