Termasuk, berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Sosial Kabupaten Lamongan.
“Awalnya itu disuruh ikut bernaung di bawah Dinas Kesehatan karena merawat ODGJ butuh obat.”
“Tapi, karena tidak sekadar obat dan butuh keperluan lain yang dibutuhkan ODGJ, maka disarankan untuk ikut Dinas Sosial,” ujar Pak Pur.
Pemasukan Tambahan dari Youtube
Untuk mengelola yayasan yang kini merawat sebanyak 395 ODGJ, Pak Pur mendapat bantuan dari beberapa pihak.
Ia juga mendapat tambahan pemasukan dari hasil konten Youtube.
“Saya itu sedih namun bahagia. Sedih ketika melihat ODGJ dipasung seperti di Blitar, yang hendak saya ajak tapi ibunya menolak.”
“Namun bahagia, ketika anak itu akhirnya sembuh dan memeluk ibunya saat dijemput di Lamongan,” kata Pak Pur.
Rogoh Kocek Rp 11,7 Juta Bantu 39 Guru PPPK
Pada Rabu (18/2/2026) lalu, Ipda Purnomo menyerahkan uang sejumlah Rp 11,7 juta, yang kemudian dibagikan kepada 39 guru PPPK Tuban yang kontraknya tak diperpanjang.
Bantuan ini merupakan bentuk empati serta dukungan moral agar para tenaga pendidik tersebut tetap semangat meski berada di tengah masa sulit.
Ipda Purnomo mengatakan, aksi sosial itu dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan.
“Semoga dengan bantuan ini bisa memberikan keringanan kepada mereka. Dan bisa untuk membeli kebutuhan masuk bulan puasa ini,” kata Purnomo kepada SURYA.CO.ID, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, guru memiliki peran besar dalam membentuk generasi penerus bangsa sehingga sudah selayaknya mendapat perhatian bersama ketika mengalami kesulitan.
“Alhamdulillah hari ini saya serahkan apresiasi ke pada 39 guru yang tidak diperpanjang SK mengajarnya,” katanya.
Bantuan apresiasi diberikan untuk kebutuhan persiapan bulan Romadan diterimakn kepada Lilik Rri Hidayati yang mewakili 39 teman yang tertimpa musibah putus kontrak PPPK sebagai tenaga pendidik.
“Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban dan menjadi penyemangat bagi para guru untuk terus berkarya,” ujarnya.
Bantu Pemulung
Selain itu, Ipda Purnomo juga membantu seorang pemulung bernama Muntama (56), warga Desa Suci, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Pertemuan keduanya terjadi ketika Ipda Purnomo tengah berkendara.
Ia melihat seorang ibu memikul karung berisi rongsokan. Tanpa ragu, Ipda Purnomo menawarkan bantuan dengan mengantarkan pulang.
Tak hanya mengantar pulang, polisi tersebut juga memberikan sejumlah uang agar Muntama bisa segera membeli kebutuhan pokok di rumanya.
“Saya terenyuh dan saya beri Rp 1 juta untuk belanja keperluan selama Ramadan,” kata Purnomo

























































































































