BANDA ACEH – – Media sosial dihebohkan dengan beredarnya video seorang bocah laki-laki berinisial NS (12), asal Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang terbaring di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia.
Dalam video yang viral tersebut, NS mengaku mengalami penganiayaan oleh ibu tirinya.
Namun hingga kini, penyebab pasti kematiannya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium pascaautopsi.
Kasus ini terungkap lewat sebuah vidediunggah akun Instagram @aniiammar dan telah ditonton lebih dari 2,8 juta kali.
Dalam rekaman tersebut, terlihat luka menyerupai luka bakar di sejumlah bagian tubuh korban, termasuk wajah.
Seorang pria berbaju hijau yang berada di lokasi menanyakan siapa yang melakukan hal tersebut.
“Siapa yang melakukan ini?” tanyanya.
, Alami Luka di Telinga hingga Punggung
“Sama Mamah,” jawab NS lirih sambil menunjuk ke arah wajahnya.
Ayah kandung korban, Anwar Satibi, yang berada di samping tempat tidur, terlihat emosional dan sempat terjadi kericuhan sebelum akhirnya dilerai.
Melihat kericuhan, pria berbaju hijau menenangkan keduanya.
“Kalian diam, jangan ribut di sini. Kalian enggak tahu, ada kepolisian di sini, dan banyak orang yang dirawat,” tegas pria itu.
“Tega kamu ya sama anak saya,” balas Anwar Satibi sambil menangis.
Setelah suasana mereda, pria berbaju hijau kembali menanyakan kronologi luka bakar pada NS.
“Ini kaki sama tangan kamu diapain, nak, sama mamah?” tanya pria tersebut.
“Saya enggak tahu, karena pas kejadian saya sudah enggak sadar,” jawab NS perlahan, diduga akibat bagian tubuhnya dipaksa untuk mengonsumsi air panas oleh ibu tirinya.
Berikut sejumlah fakta terkait meninggalnya NS dengan luka di sekujur tubuhnya, dirangkum dari pemberitaan Kompas.com, Sabtu (21/2/2026):
1. Pernah Mengalami Kekerasan pada 2025
Ayah korban, Anwar Satibi (38), mengungkapkan bahwa anaknya pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada 2025 yang diduga dilakukan oleh ibu tirinya.
“Ini (KDRT) sudah pernah terjadi cuma dimediasi. Dia (istri Anwar) sujud ke saya jangan lapor, mamah mau tobat. Akhirnya terjadi perdamaian. Sebetulnya laporan saya di polres belum dicabut,” ujar Anwar.
Sebelumnya, NS sempat dibawa ke Rumah Sakit Jampang Kulon pada Kamis (20/2/2026) pagi dan dinyatakan meninggal dunia pada Kamis sore.
Setelah itu, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara TK II Setukpa Polri Kota Sukabumi pada Jumat (20/2/2026) dini hari untuk dilakukan autopsi.
Hingga kini, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium pascaautopsi.



















































































































