DUNIA
INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Iran Borong Rudal dan Ribuan Peluru Kendali dari Rusia, Siap Hadapi Serangan AS

BANDA ACEH – Kesepakatan senilai hampir Rp 10 triliun, antara Iran dan Rusia untuk pengadaan sistem rudal portabel Verba dan ribuan peluru kendali 9M336, bukan sekadar transaksi militer.

Langkah ini memperlihatkan bagaimana Teheran berusaha menutup celah pertahanan udara yang terbuka setelah serangan Israel dan Amerika Serikat pada pertengahan 2025.

Rusia berkomitmen mengirimkan 500 peluncur dan 2.500 rudal dalam tiga tahap antara 2027–2029.

Namun, sejumlah laporan menyebut sebagian unit sudah tiba lebih awal.

Hal ini menandakan kedekatan strategis kedua negara yang sama-sama berhadapan dengan tekanan Barat.

Bagi Iran, Verba bukan sekadar senjata, melainkan simbol kepercayaan Rusia dalam memperkuat mitra geopolitiknya di Timur Tengah.

Berita Lainnya:
Publik Yakin Riza Chalid Terlibat Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak

Perlindungan Fasilitas Nuklir

Kesepakatan rudal ini berjalan paralel dengan upaya Iran memperkuat fasilitas nuklirnya.

Citra satelit menunjukkan pembangunan struktur beton tebal di Parchin, Isfahan, dan Natanz.

Terowongan ditutup rapat, akses diperkuat, dan material nuklir dipindahkan ke lokasi bawah tanah.

Strategi ini jelas ditujukan untuk mengurangi kerentanan terhadap serangan udara maupun rudal.

Langkah Iran membeli rudal mutakhir sekaligus memperkokoh fasilitas nuklir adalah pesan Politik yang tegas: Teheran tidak akan tunduk pada tekanan militer maupun diplomasi Barat.

Serangan 2025, yang merusak pangkalan rudal di Shiraz dan Qom justru menjadi pemicu bagi Iran untuk membangun kembali sistem pertahanan yang lebih tangguh.

Berita Lainnya:
Viral Penumpang Wanita Diduga Pegang Alat Vital Pria di KRL Rute Nambo, Korban Teriak!

Bagi kawasan Timur Tengah, kesepakatan ini berpotensi memperbesar ketegangan.

Israel dan AS tentu melihat penguatan Iran sebagai ancaman langsung terhadap stabilitas regional.

Sementara itu, Rusia memanfaatkan kontrak ini untuk memperluas pengaruhnya di luar Eropa.

Sekaligus menunjukkan bahwa embargo Barat tidak mampu menghentikan ekspor alutsista mereka.

Kesepakatan rudal Iran–Rusia bukan sekadar transaksi senjata, melainkan bagian dari strategi geopolitik yang lebih luas.

Iran ingin memastikan bahwa setiap serangan berikutnya tidak akan mudah melumpuhkan pertahanan mereka.

Dengan memperkuat sistem udara dan melindungi fasilitas nuklir, Teheran mengirimkan sinyal bahwa mereka siap menghadapi tekanan militer sekaligus mempertahankan posisi tawar dalam diplomasi global.(*)

image_print
Geser »

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...
Update Terbaru
A

Fileski Walidha Tanjung

23 Feb 2026

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
A

Don Zakiyamani

23 Feb 2026

Ngapain Menulis?
A

Asmaul Husna

23 Feb 2026

Kapankah?
A

Novita Sari Yahya

22 Feb 2026

Dari Data ke Empati
A

Redaksi

22 Feb 2026

Atas Nama Bencana
A

Fileski Walidha Tanjung

21 Feb 2026

Sebuah Upaya Mengembalikan Hati ke Pusat Peradaban
A

Novita Sari Yahya

20 Feb 2026

Ibu yang Menjaga Api Kehormatan
A

Asmaul Husna

20 Feb 2026

Nyanyian Rindu
A

Redaksi

20 Feb 2026

Bedah Buku – Of Grammatology
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya