Sementara itu, Washington belum merespons klaim kematian tentara dan agen intelijen yang dilaporkan media Iran.
Departemen Pertahanan AS (Pentagon) sejauh ini hanya mengakui tiga tentaranya tewas dalam serangan balasan Iran. Mereka menjadi korban pertama tentara AS sejak serangan dimulai Sabtu (28/2/2026).































































































