Kurang dari 10 tahun selepas menjabat ajudan presiden, Try berhasil menjabat sebagai orang nomor satu di Angkatan Darat.
Tongkat komando Kasad ternyata bukan akhir karir Try Sutrisno di dunia militer. Satu tahun setengah menjabat, Try dipromosikan menjadi Panglima Angkatan bersenjata Republik Indonesia (Pangab), menggantikan Jenderal Benny Moerdani pada tahun 1988.
Jabatan ini dipegangnya selama lima tahun. Try kemudian menjadi wakil presiden mendampingi Soeharto dari tahun 1993 hingga 1998.































































































