Rekaman yang difilmkan di lingkungan Jumeirah di Dubai menunjukkan sebuah Shahed-136 menghantam Fairmont Palm. Sebuah hotel mewah di mana tarif per malam untuk kamar standar sekitar 200 dolar AS atau sekitar Rp 3,3 juta. “Ya Tuhan,” kata orang yang merekam adegan tersebut.
Shahed-136 juga telah digunakan oleh Rusia untuk menargetkan infrastruktur sipil di seluruh Ukraina. Geran-2 adalah nama yang digunakan Rusia untuk lini Shahed yang diproduksi di dalam negeri, yang sekarang diproduksi Rusia di pabrik terpencil di timur negara itu. Rusia memodifikasinya selama invasi ke Ukraina.
Tidak mau kalah, pemerintah AS mengumumkan mereka mengerahkan drone serang satu arah yang dikenal sebagai Lucas. Drone yang dibikin perusahaan berbasis di Arizona, SpectreWorks, merupakan hasil rekayasa balik dari Shahed. Komando Pusat Militer United States Central Command (CENTCOM) mengumumkan, AS telah mengerahkan drone Lucas untuk pertama kalinya dalam kampanyenya melawan Iran.
Komponen Shahed dari Indonesia
Pada awal 2024, Kementerian Keuangan AS (OFAC) membuat keterangan pers di laman resminya, yang berisi sanksi kepada mereka yang terlibat dalam rantai pasok pembuatan drone Shahed milik Iran. OFAC menjelaskan secara rinci nama individu maupun perusahaan yang terkait dalam jaringan produksi kendaraan udara nirawak (UAV) buatan Pasukan Udara IRGC.
“Produksi ilegal dan penyebaran UAV Iran yang mematikan ke proksi-proksi [pihak] teroris di Timur Tengah dan Rusia terus memperburuk ketegangan dan memperpanjang konflik, sehingga merusak stabilitas,” kata Wakil Menteri Keuangan untuk Terorisme dan Intelijen Keuangan AS Brian Eddie Nelson dalam siaran pers tersebut.
Menurut dia, AS memberikan tindakan tegas kepada mereka yang terkait dengan Iran. “Amerika Serikat, melalui koordinasi yang erat dengan sekutu dan mitra kami, akan terus menggunakan seluruh alat dan otoritas kami untuk memutuskan jaringan pengadaan ilegal ini, serta meminta pertanggungjawaban individu dan entitas yang berusaha mendukung mereka,” ucap Brian.
Adapun dalam laporan OFAC, ada seorang pengusaha drone dari Kota Surabaya, Jawa Timur, yang terlibat jaringan pemasok komponen drone Shahed. Dia adalah ASD, pemilik perusahaan Surabaya Hobby. OFAC menuding ASD memasok 100 servomotor sebagai komponen produksi ke Pishgam Electronic Safeh Company (PESC) di Iran.
OFAC juga menjelaskan, PESC merupakan perusahaan yang ditunjuk untuk menyediakan servomotor bagi Pasukan Udara IRGC, yang membuat program UAV. AS menyebut, drone itu didistribusikan ke kelompok-kelompok di Timur Tengah hingga digunakan Rusia untuk menyerang Ukraina.































































































