Memuat berita...

Imsak --:--
Iftar --:--
ADVERTISMENT
NASIONAL
NASIONAL

Perang Iran-Israel Pecah, Buya Yahya Sentil Muslim yang Masih Ributkan Sunni-Syiah

BANDA ACEH – Di tengah kecamuk perang terbuka berskala besar di Timur Tengah pasca-gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, narasi perpecahan sekte Sunni dan Syiah justru meramaikan media sosial di Indonesia. Menanggapi polemik tersebut, ulama kharismatik pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, KH Yahya Zainul Ma’rif atau Buya Yahya, memberikan teguran keras.Buya Yahya menegaskan bahwa saat ini bukanlah waktunya bagi umat Islam untuk meributkan perbedaan Sunni dan Syiah. Ia menyerukan agar seluruh elemen masyarakat mendukung siapa pun yang berani melawan penjajahan dan kebiadaban Zionis Israel.

“Hari ini, bukan waktunya kita bicara itu (Sunni-Syiah). Selagi untuk menghancurkan kezaliman kepada kemanusiaan, mereka adalah pejuang dunia,” tegas Buya Yahya melalui tayangan di akun Instagram resminya, Kamis (5/3/2026).

Pernyataan tajam Buya Yahya ini menjawab rentetan pertanyaan publik mengenai hukum mendukung balasan militer Republik Islam Iran terhadap Israel.

Berita Lainnya:
MAKI Adukan Menteri Agama ke KPK, Diduga Terima Fasilitas Jet Pribadi

Menurutnya, dukungan tidak boleh dibatasi oleh sekat sekte atau bahkan agama dan negara. 

“Apakah nanti muncul orang dari Iran, atau nanti muncul dari Inggris, atau mungkin dari China. Siapa pun yang menyerang Israel, harus kita dukung. Israel adalah musuh kita bersama, dia telah menodai kemanusiaan,” sambungnya.

Gugurnya Khamenei dan Pecahnya Perang Kawasan

Konteks pernyataan Buya Yahya ini tidak lepas dari eskalasi ekstrem di Timur Tengah sepekan terakhir. Pada Sabtu (28/2/2026), serangan udara gabungan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel menewaskan Ayatollah Ali Khamenei beserta keluarga intinya dan sejumlah petinggi militer Iran.

Tragedi ini memicu perang kawasan yang masif. Militer Iran merespons keras dengan meluncurkan rudal balistik berdaya ledak tinggi langsung ke jantung wilayah pendudukan Israel. Tidak hanya itu, Iran juga membidik pangkalan-pangkalan militer AS yang bercokol di negara-negara Teluk Arab yang mayoritas beraliran Sunni, seperti Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Qatar, Kuwait, Arab Saudi, dan Yordania.

Berita Lainnya:
Inilah Tampang Liu Xiaodong, WN Cina Otak Pelaku Pencurian Emas 774 Kg di Ketapang!

Ironisnya, serangan balasan Iran ke pangkalan AS di negara-negara Arab tersebut justru memicu sentimen sektarian di dunia maya Indonesia. Sebagian warganet menolak menyebut Khamenei sebagai syuhada karena beraliran Syiah, dan menuduh Iran tidak sungguh-sungguh membela Palestina.

Menepis Narasi Sejarah yang Keliru

Narasi yang membenturkan Sunni-Syiah dan mengecilkan peran Iran dalam konflik Palestina ini berbanding terbalik dengan fakta sejarah di lapangan.

Selama puluhan tahun, faksi-faksi pejuang bersenjata Sunni di Gaza, khususnya Hamas melalui Brigade Al-Qassam, secara terbuka mengakui bahwa Republik Islam Iran adalah pendukung utama mereka. Mulai dari suplai persenjataan strategis, pendanaan, hingga transfer teknologi roket yang kini digunakan untuk membombardir wilayah Israel, semuanya tidak lepas dari sokongan Teheran di bawah komando mendiang Khamenei.

image_print
1 2
Logo
Suara Netizen
Memuat konten netizen...
ADVERTISMENT
Update Terbaru
Memuat berita Info Aceh...
ADVERTISMENT
Orinews Logo

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...
Update Terbaru
Memuat Artikel...
MEMUAT BERITA...
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya