Memuat berita...

Imsak --:--
Iftar --:--
ADVERTISMENT
NASIONAL
NASIONAL

AS Membingkai Konflik dengan Iran sebagai Perang Agama, Turki dan Saudi Meradang!

BANDA ACEH – Turki dan Arab Saudi tampak meradang setelah Amerika Serikat (AS) mengatakan perang dengan Iran sebagai konflik agama.Keduanya menilai pernyataan Menteri Perang AS, Pete Brian Hegseth, tentang “delusi kenabian Islam” dan narasi Armageddon di Pentagon telah memicu gempa diplomatik.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menegaskan sikap AS yang mengeklaim konflik dengan Iran merupakan tindakan tak bertanggung jawab.

Ia menyebut AS tengah mempolitisasi keyakinan agama untuk membenarkan agresi militer dan menolak keras narasi “Perang Suci” yang dibawa Hegseth.

Pihaknya pun menyoroti standar AS jika menggunakan Alkitab untuk menyerang satu negara Muslim. Bagi mereka, standar tersebut mengakibatkan tidak ada negara Muslim lain yang benar-benar aman dari target Perang Salib modern ini.

Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan AS sudah hilang akal jika menyebut konflik dengan Iran sebagai perang agama. Menurutnya, Hegseth terjebak dalam mentalitas abad pertengahan.

Berita Lainnya:
Dubes RI untuk Filipina Agus Widjojo Meninggal Dunia

“Jika menteri sebuah negara adidaya berbicara tentang menyerang negara lain berdasarkan ramalan kiamat, maka dunia sedang dipimpin oleh orang-orang yang kehilangan kewarasan,” kata Erdogan.

Pihak Turki pun membuka peluang akan menyatukan seluruh negara muslim untuk mengutuk klaim AS tersebut. Mereka memperingatkan penggunaan istilah “Amalek” dan “Armageddon” oleh komandan militer AS.

Di sisi lain, Mesir melalui Institusi Islam tertinggi Al-Azhar di Kairo, menilai pernyataan Hegseth sebagai “terorisme intelektual”. Mereka menegaskan ejekan yang dilontarkan Hegseth adalah penghinaan terhadap miliaran umat Islam.

Al-Azhar lantas memperingatkan kejahatan perang luar biasa akan terjadi tatkala tentara mulai turun ke jalan dengan klaim menjalankan perintah Tuhan mereka.

Berita Lainnya:
Jeffrey Epstein Disebut Vampir karena Mirip Mantan Presiden AS Andrew Jackson: Mereka Tidak Pernah Mati

Sebelumnya, Menteri Perang AS, Pete Brian Hegseth, mengungkap alasan Iran harus diserang akibat kepercayaan “delusi kenabian Islam”. Pernyataan tersebut dikeluarkan saat membenarkan operasi militer besar AS melawan Teheran yang diperintahkan oleh Presiden Donald Trump.

“Rezim gila seperti Iran, yang sangat bergantung pada delusi Islam yang bersifat kenabian, tidak dapat memiliki senjata nuklir,” kata Hegseth pada Senin (2/3/2026) di AS.

Pernyataan Hegseth pun dinilai menyindir umat Islam di Iran yang kebanyakan menganut aliran Syiah yang memercayai bakal datangnya Imam Mahdi. Menurutnya, operasi rudal yang diluncurkan di bawah perintah langsung Trump.

“Operasi udara paling mematikan, paling kompleks dan paling tepat dalam sejarah,” ungkapnya.

image_print
1 2
Logo
Suara Netizen
Memuat konten netizen...
ADVERTISMENT
Update Terbaru
Memuat berita Info Aceh...
ADVERTISMENT
Orinews Logo

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...
Update Terbaru
Memuat Artikel...
MEMUAT BERITA...
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya