UPDATE

NASIONAL
NASIONAL

Pihak UNPRI Diduga Hilangkan Barang Bukti Box yang Berisi Mayat

BANDA ACEH  – Beredar video rekaman kamera pengawas CCTV terkait pihak Universitas Prima (UNPRI) diduga mencoba menghilangkan barang bukti box terkait adanya video viral temuan mayat di lantai 9 gedung UNPRI di Jalan Sampul, Kota Medan, Sumatera Utara.

Dugaan menghilangkan barang bukti tersebut sempat terekam oleh kamera pengawas CCTV yang terpasang di halaman depan kampus.

Di dalam video yang berdurasi 13 detik itu, dalam amatan tvOnenews.com tampak mobil pikap membawa box berwarna biru tepat seperti di dalam video temuan mayat keluar dari gedung kampus tersebut.

Berita Lainnya:
Elite Koalisi Prabowo Kumpul Bareng, Demokrat Absen dan Mulai Jadi Tanda Tanya

Dalam keterangannya, video rekaman CCTV mobil pikap membawa box ini diambil pada Kamis (7/12) sekira pukul 09.09 WIB sebelum pihak kepolisian melakukan pemeriksaan di kampus tersebut.

Namun, saat pihak kepolisian Satreskrim Polrestabes Medan tiba di lantai 9 gedung kampus UNPRI untuk menyelidiki video tersebut pada Senin (11/12) sekira pukul 20.30 WIB, tidak menemukan box berwarna biru yang diduga menyimpan mayat seperti dalam video yang beredar terkait temuan mayat tersebut.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agung Setya, mengatakan untuk dugaan video pemindahan barang bukti tersebut kini sedang dalam pemeriksaan pihaknya. “Hal tersebut sedang kita dalami dan kasus itu masih dalam pemeriksaan kita,” katanya ketika diwawancarai tvOnenews, Kamis (14/12) pagi.

Berita Lainnya:
Polda Metro Penuhi Keinginan Roy Suryo Cs, Akan Gelar Perkara Khusus Kasus Ijazah Jokowi Senin Depan

Dalam kasus ini, pihak kepolisian Polrestabes Medan sudah memeriksa sejumlah saksi sebanyak enam orang. “Sudah ada enam saksi yang kita periksa,” ucap Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa.

Kuat dugaan box biru tersebut berisikan dua mayat. Mayat itu juga diduga beda dengan lima mayat yang ditemukan petugas saat melakukan penggeledahan.

Reaksi

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website