UPDATE

NASIONAL
NASIONAL

Sugiyanto Emik: Pemerintahan Prabowo Jatuh, Rakyat Hadapi Simalakama

BANDA ACEH – Pengamat kebijakan publik, Sugiyanto Emik menilai bahwa upaya mengganggu bahkan menjatuhkan pemerintahan Prabowo Subianto akan menimbulkan dilema Politik yang bisa merugikan bangsa dan menghambat pembangunan.

Menurutnya, upaya menjatuhkan Prabowo bisa dilakukan dengan berbagai cara baik melalui manuver politik maupun opini publik yang tidak konstruktif. Tekanan terhadap pemerintahan Prabowo yang semakin besar bisa berujung pada pemakzulan atau pengunduran diri.

“Jika ini terjadi maka secara konstitusional Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akan menggantikan posisi Prabowo sebagai presiden. Situasi ini dapat menjadi dilema atau tepatnya simalakama bagi rakyat Indonesia,” ujar Sugiyanto dalam keterangannya, Minggu 23 Maret 2025.

Berita Lainnya:
Kebakaran Terra Drone Disebut Intimidasi untuk Musnahkan Dokumentasi Pemetaan Lahan Sawit di Sumatera

Dia menyatakan, mereka yang menginginkan perubahan karena menganggap Prabowo gagal harus menerima kenyataan bahwa penggantinya adalah Gibran yang dinilai masih minim pengalaman dalam kepemimpinan nasional. Bila hal ini terjadi, justru dapat memperburuk ketidakstabilan politik dan memicu ketidakpercayaan terhadap pemerintahan.

Di sisi lain, kepemimpinan Gibran juga akan menghadapi tantangan besar terutama karena adanya penolakan dari sebagian masyarakat mengingat kapasitas dan rekam jejaknya belum cukup kuat untuk memimpin negara sebesar Indonesia. Dan jika pergantian kekuasaan terjadi dalam kondisi ini, bangsa Indonesia akan terjebak dalam dilema.

“Artinya akan muncul dua pilihan, mempertahankan pemimpin yang dianggap gagal atau menerima pemimpin baru yang kualitasnya masih dipertanyakan. Akibatnya, stabilitas nasional bisa terganggu, dan kebijakan strategis untuk pembangunan bisa terhambat oleh gejolak politik berkepanjangan,” terangnya.

Berita Lainnya:
Nasihat Terbuka Untuk Bapak Presiden Prabowo atas Pentingnya Meritrokasi

Karena itu, para pengkritik Presiden Prabowo sebaiknya berpikir ulang sebelum terus-menerus menyerang kebijakan dan kepemimpinannya. Kritik yang membangun memang diperlukan dalam demokrasi, tapi yang hanya bertujuan melemahkan pemerintah tanpa menawarkan solusi konkret justru bisa berdampak negatif bagi bangsa.

“Jika tujuan utama kritik adalah memperbaiki keadaan negara maka yang lebih bijak adalah memberikan masukan yang konstruktif. Bukan sekadar berupaya menjatuhkan pemimpin yang sedang menjalankan tugasnya,” tegas Sugiyanto.

Reaksi

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website