BANDA ACEH – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rossa Purbo Bekti, mengaku pihaknya mengalami upaya penghalangan dari Tim Hukum DPP PDIP yang diduga berada di bawah kendali Hasto Kristiyanto dalam proses penyidikan kasus buronan eks caleg PDIP, Harun Masiku.
Mulai dari penggeledahan yang termonitor, hingga adanya upaya pengondisian terhadap sejumlah keterangan saksi.
Rossa dihadirkan sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan perintangan penyidikan dan suap terkait pengondisian anggota DPR RI dengan terdakwa Hasto Kristiyanto. Sidang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (9/5/2025).
Dalam sidang, Jaksa Penuntut KPK awalnya menanyakan bentuk-bentuk perintangan yang dialami Rossa dan tim penyidik lainnya saat mencari Harun Masiku.
Rossa kemudian menjelaskan bahwa kejadian bermula pada 2023, ketika penyidik menggeledah Apartemen Thamrin Residences dan menemukan mobil Toyota Camry hitam metalik bernomor polisi B 8351 WB milik Harun. Di dalam mobil itu, ditemukan foto Harun bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, yang disebut digunakan Harun untuk menekan Ketua KPU saat itu, Arief Budiman, agar bisa melenggang ke Senayan.
“Di situ ada terparkir HM yang sudah lama terparkir dan kami menemukan beberapa dokumen dan petunjuk pada mobil tersebut, di antaranya ialah menguatkan keterangan dari saksi ketua KPU pada saat itu bahwa HM didatangi Harun Masiku, dengan membawa foto-foto HM bersama dengan Ketua partai. Dan kita dapat foto-foto itu ada di situ,” ujar Rossa di ruang sidang.
Penggeledahan kemudian dilanjutkan ke rumah eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan di Purwokerto untuk mencari keberadaan Harun. Namun, di lokasi tersebut, penyidik hanya bertemu anak Wahyu yang identitasnya tidak disebutkan.
Rossa mengungkapkan bahwa dirinya dan tim mulai menyadari bahwa pergerakan mereka selama proses penggeledahan termonitor oleh Tim Hukum DPP PDIP yang diduga dikendalikan oleh Hasto.
“Pada saat kami melakukan penggeledahan di rumah Wahyu, kami hanya ketemu anaknya dan berusaha persuasif karena tujuan kami hanyalah menemukan HM. Faktanya adalah, penggeledahan yang kami lakukan ini termonitor dari pihak tim hukum DPP yang dalam hal ini kami menduga menjadi bagian dari Hasto Kristiyanto,” ungkap Rossa.
Indikasi adanya perintangan semakin kuat saat penyidik menggeledah rumah kerabat Harun Masiku di kawasan Jakarta Timur. Rossa menyebut bahwa kerabat Harun tidak disebutkan identitasnya itu, sudah lebih dulu didatangi oleh penasihat hukum Hasto.































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler