UPDATE

Salam.life
NASIONAL
NASIONAL

Gerindra Bongkar Motif Dino Patti Djalal: Bawa Keluh Kesah Pribadi ke Diplomasi

BANDA ACEH -Politikus Partai Gerindra Kamrussamad menilai pernyataan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terhadap Menteri Luar Negeri Sugiono bukan kritik, apalagi disebut kritik substantif. Menurutnya, apa yang disampaikan Dino lebih mencerminkan keluh kesah personal sebagai ketua organisasi masyarakat yang merasa kurang diperhatikan.

“Keluh kesah Dino Patti Djalal secara nyata tersirat dalam kalimat keputusasaannya karena tidak bisa menghubungi Menlu Sugiono selama berbulan-bulan. Dalam kondisi putus asa yang akut, akhirnya ia menumpahkan kegundahannya ke media sosial,”

Sebagai pelampiasan individual dan ekspresi keputusasaan, tegasnya, pernyataan Dino jauh dari kritik untuk kepentingan diplomasi Indonesia. Ia mengingatkan sebagai mantan diplomat yang telah puluhan tahun berkecimpung di dunia diplomasi, Dino seharusnya memahami bahwa tugas menteri luar negeri adalah menjalankan mandat negara, bukan melayani kepentingan personal atau kelompok tertentu.

Kamrussamad menegaskan, Menlu Sugiono sebagai pembantu Presiden Prabowo Subianto justru telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan diplomasi negara. Berbagai forum internasional dan multilateral yang dihadiri kepala negara, kata dia, berhasil menghadirkan perspektif baru sekaligus kemenangan diplomasi bagi Indonesia.

Selain itu, sambutan antusias warga negara Indonesia di luar negeri dalam setiap kunjungan Presiden Prabowo juga menjadi bukti kuatnya komunikasi dan kerja sama antara Kemenlu dengan diaspora Indonesia.

Di bidang Politik luar negeri, Kamrussamad menyampaikan Menlu Sugiono berhasil memperkuat prinsip politik bebas aktif. Tercermin dari dukungan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Gaza, pemberian bantuan kemanusiaan, hingga peran aktif Indonesia dalam forum-forum perdamaian internasional.

Prestasi lainnya adalah keberhasilan diplomasi Indonesia yang mengantarkan Presiden Prabowo mendapatkan nomor urut awal untuk berpidato di Sidang Umum PBB.

“Ini capaian diplomasi tingkat tinggi, bukan pekerjaan sembarangan,” ujarnya.

Pada sektor ekonomi, Kamrussamad yang juga Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) menyampaikan diplomasi yang dijalankan Menlu Sugiono efektif mendorong kepentingan nasional. Mulai dari keanggotaan penuh Indonesia di BRICS per 6 Januari 2025 hingga berbagai kesepakatan kerja sama ekonomi dengan Uni Eropa, Kanada, Australia, dan Arab Saudi.

Di bidang pertahanan dan keamanan, kerja sama internasional yang dijalin juga dinilai strategis, terutama dalam mendukung modernisasi alutsista TNI melalui pengadaan jet tempur, kapal perang, hingga sistem pertahanan dari berbagai negara mitra.

image_print
1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.