Memuat berita...

Imsak --:--
Iftar --:--
ADVERTISMENT
OPINI
OPINI

Guru PAI Buta Huruf Al-Qur’an: Buah dari Pendidikan Sekuler

Oleh: Hadi Irfandi1

DUNIA pendidikan Islam di Indonesia baru saja menerima kabar memalukan. Pasalnya mayoritas guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umum ternyata belum fasih membaca Al-Qur’an.

Fakta ini terungkap dari Asesmen Baca Al-Qur’an yang dilakukan Kementerian Agama bersama Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) di enam provinsi.

Hasilnya, sebagian besar guru masih berada di level dasar atau pratama dalam kemampuan membaca Al-Qur’an. (elshinta.com, diakses 14 Januari 2026)

Masalah ini bukan muncul tiba-tiba. Asesmen tersebut dilakukan karena tingkat buta huruf Al-Qur’an di kalangan pelajar masih tinggi, dan kualitas guru menjadi faktor yang sangat menentukan.

Penilaian dilakukan secara serius, mencakup tajwid, makhraj, dan kelancaran bacaan. Guru kemudian dikelompokkan ke dalam level pratama, madya, dan mahir agar bisa diberikan pelatihan yang lebih terarah. Sayangnya, hasil pemetaan justru memperlihatkan persoalan yang lebih dalam dari sekadar kebutuhan pelatihan teknis.

Berita Lainnya:
11 Juta PBI BPJS Dihapus, Strategi Politik?

Angkanya pun tidak bisa dianggap sepele. Di Jawa Barat, guru PAI yang masuk kategori mahir hanya sekitar 9 persen. Jawa Timur menjadi yang “terbaik” dengan angka 17 persen, yang diduga karena banyak guru berlatar belakang pesantren.

Secara nasional, sebanyak 58,26 persen guru PAI SD masih berada di level pratama, 30,4 persen di level madya, dan hanya 11,3 persen yang benar-benar mahir.

Di titik ini, pertanyaannya bukan lagi siapa yang salah, melainkan sistem apa yang sedang kita jalankan. (Kemenag, Rilis Nasional Asesmen Baca Al-Qur’an. Diakses 14 Januari 2026)

Bagaimana Guru Terjebak dalam Kepatuhan yang Seremonial Sifatnya?

Selama ini, persoalan kualitas guru sering di anggap sepele menjadi sebatas urusan metode mengajar atau kompetensi pedagogik.

Berita Lainnya:
Prabowo Dibawa, Gibran Ditinggal

Bahkan, ada anggapan bahwa cukup dengan pelatihan dan sertifikasi, masalah akan selesai. Padahal, persoalan utama rendahnya literasi Al-Qur’an guru PAI bukan semata soal teknik mengajar.

Akar masalahnya jauh lebih mendasar: fondasi sistem pendidikan yang digunakan negara hari ini, yakni sistem kapitalis sekuler.

Dalam sistem ini, pendidikan diperlakukan sebagai proses transfer ilmu semata. Selain guru tidak lebih dari “tenaga kerja terdidik” yang masuk dalam hitungan biaya, negara pun tidak segan mengelola pendidikan dengan logika untung-rugi.

image_print
Catatan Kaki:
  1. Penulis merupakan Mahasiswa Pendidikan Agama Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh sekaligus Pengamat Sosial Kepemudaan Islamic Civilization In Malay Archipelago Forum (ICOMAF). Aktif mengisi media online dengan tulisannya seputar Dakwah Ideologis. “Dari membaca, revolusi berkobar” adalah mottonya.[]
1 2 3
Logo
Suara Netizen
Memuat konten netizen...
ADVERTISMENT
Update Terbaru
Memuat berita Info Aceh...
ADVERTISMENT
Orinews Logo

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...
Update Terbaru
Memuat Artikel...
MEMUAT BERITA...

Reaksi

Berita Lainnya