BANDA ACEH – Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh melakukan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026 ke sejumlah sekolah dan madrasah di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya.
Sosialisasi berlangsung selama dua hari, 29–30 Januari 2026. Kegiatan ini menyasar siswa tingkat akhir guna memperluas akses informasi jalur masuk perguruan tinggi, sekaligus memperkenalkan karakter keilmuan Ilmu Perpustakaan yang kian relevan di era digital.
Tim Prodi Ilmu Perpustakaan menyampaikan bahwa calon mahasiswa UIN Ar-Raniry dapat mendaftar melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT–UTBK), maupun jalur seleksi reguler yang diselenggarakan universitas.
Selain menyambangi sekolah dan madrasah, sosialisasi juga dipusatkan di Aula Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya dengan melibatkan ratusan guru PAI.
Dalam pemaparan, tim prodi menjelaskan bahwa jalur SNBP ditujukan bagi siswa berprestasi dengan rekam jejak akademik yang baik, sementara SNBT–UTBK berbasis tes nasional. Adapun jalur reguler mencakup seleksi berbasis tes SSE, prestasi, tahfidz, portofolio, serta jalur khusus lulusan Dayah yang memiliki Ijazah Mu’adalah yang teregister di Kementerian Agama
Ketua Prodi Ilmu Perpustakaan FAH UIN Ar-Raniry, Mukhtaruddin MLIS, mengatakan kurikulum yang diterapkan telah disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pengelolaan informasi modern.
“Mahasiswa tidak hanya dibekali ilmu kepustakawanan konvensional, tetapi juga kompetensi digital seperti pengelolaan arsip elektronik, metadata, literasi informasi, desain web dan manajemen konten hingga kecerdasan buatan untuk perpustakaan,” ujar Mukhtaruddin.
Ia menambahkan, lulusan Prodi Ilmu Perpustakaan diarahkan untuk berkarier sebagai pustakawan profesional, arsiparis, spesialis informasi, peneliti, maupun kurator digital di lembaga pendidikan, pemerintahan, dan sektor pengelolaan informasi lainnya.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FAH UIN Ar-Raniry, Nazaruddin MLIS PhD, menegaskan bahwa tidak ada perbedaan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) antara mahasiswa yang diterima melalui jalur nasional dan jalur reguler.
“Penetapan UKT sepenuhnya berdasarkan kemampuan ekonomi mahasiswa sesuai ketentuan yang berlaku di UIN Ar-Raniry,” kata Nazaruddin.
UIN Ar-Raniry Banda Aceh saat ini berstatus akreditasi Unggul. Prodi Ilmu Perpustakaan FAH juga telah meraih akreditasi Unggul dengan penerapan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE).




























































































