BANDA ACEH – Temuan langka terjadi di University of Birmingham Medical School ketika para mahasiswa dan staf pengajar melakukan pembedahan pada jenazah seorang pria berusia 79 tahun.
Mereka menemukan kondisi aneh di area genital: Bukan satu, pria itu ternyata memiliki tiga penis.
Peristiwa ini terjadi 2024 lalu. Tim awalnya melakukan pemeriksaan rutin terhadap jenazah si pria.
Namun ketika menghitung jumlah organ yang melekat pada tubuhnya, mereka mendapati adanya tiga penis, kondisi yang dalam dunia medis dikenal sebagai triphallia.
Pembentukan penis tambahan sejak lahir, atau congenital supernumerary penile formation, merupakan kondisi yang jarang terjadi.
Kondisi ini diperkirakan hanya dialami oleh 1 dari setiap 5 hingga 6 juta orang.
Dalam laporan ilmiah yang disusun tim peneliti di jurnal BMC, disebutkan bahwa sejak 1606 hingga 2023 hanya ada 168 publikasi ilmiah yang mendokumentasikan kasus polyphallia, istilah untuk kondisi memiliki lebih dari satu penis.
Dari jumlah tersebut, hanya satu laporan sebelumnya yang mencatat kasus triphallia, yakni keberadaan tiga penis.
“Hampir semua ahli bedah memutuskan untuk mengangkat penis tambahan yang tampak dari luar, biasanya yang tidak berfungsi atau berukuran lebih kecil,” tulis tim dalam laporannya. “Namun, untuk pembentukan penis internal, biasanya tidak dilakukan tindakan karena umumnya tidak menimbulkan gejala.”
Karena kebijakan setempat, riwayat medis pria itu sebelum meninggal dunia tidak banyak diketahui.
Informasi yang tersedia hanya berasal dari hasil pemeriksaan di fakultas kedokteran tersebut.
“Pria kulit putih ini, berusia akhir 70-an, memiliki tinggi sekitar 182 cm dan postur tubuh sedang hingga besar,” tulis tim peneliti.
“Temuan paling mencolok adalah adanya triplikasi penis internal.”
Peneliti menduga besar kemungkinan si pria tidak menyadari kelainan anatomi yang dimilikinya. Pasalnya, dua penis tambahan berada di dalam tubuh (internal) dan tersembunyi di balik kulit.
Secara umum, duplikasi penis yang tampak dari luar sering kali berkaitan dengan kelainan bawaan lain, seperti duplikasi struktur garis tengah tubuh serta kelainan pada tulang belakang, anus, jantung, trakea, esofagus, ginjal, dan anggota gerak (dikenal sebagai asosiasi VACTERYL).
Namun, duplikasi penis internal kerap baru terdeteksi secara tidak sengaja di kemudian hari.
Menurut tim, dua penis tambahan ditemukan di dalam kantung skrotum. Karena posisinya tersebut, kelainan ini kemungkinan tidak terdeteksi hingga pria itu meninggal dunia.
Meski demikian, peneliti menemukan tanda bahwa pria pernah menjalani operasi hernia inguinalis yang kemungkinan membutuhkan pemasangan kateter.


























































































































