NASIONAL
NASIONAL

Kasus Anak Tiri di Sukabumi Tewas Mengenaskan: Dugaan KDRT Ayah Kandung Mencuat

BANDA ACEH – Lisnawati, ibu kandung almarhum Nizam Safei (12 tahun), saat ini tengah memperjuangkan keadilan atas kematian putranya yang dinilai janggal.Nizam tinggal bersama ibu tiri (berinisial TR, 47 tahun) dan ayah kandungnya, Anwar Satibi. Lantaran tubuh Nizam penuh luka lebam bahkan luka bakar, mencuat dugaan ia tewas dianiaya ibu tiri.

Upaya Lisnawati adalah dengan menggandeng pengacara Mira Widyawati—advokat yang juga menangani kasus kematian Arya Daru Pangayunan, diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.

“Pertama saya tegaskan, ibu kandung NS masih hidup. Informasi yang menyebutkan bahwa ibu kandungnya telah meninggal dunia itu tidak benar. Itu beredar di media sosial,” ujar Mira, dikutip pada Senin (23/6).

Menurut Mira, berdasarkan penuturan Lisnawati, Nizam sejak lahir hingga usia 7 tahun tinggal bersamanya. Setelah itu, atas keputusan Anwar, Nizam dimasukkan ke pesantren di kampung halaman Anwar (Pandeglang) dengan alasan agar lebih mudah ditengok dan berada dalam posisi netral.

Berita Lainnya:
Di hadapan Nahdliyin, Prabowo Janji Tidak Akan Mundur Setapak Pun Lawan Korupsi

Mira menjelaskan, hubungan Lisnawati dan Anwar kurang baik termasuk saat sudah bercerai ini, karena Anwar diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di masa lalu, bahkan sejak NS masih dalam kandungan.

“Menurut cerita Bu Lisna, KDRT sudah terjadi sejak ia mengandung NS. Bahkan pernah ada ucapan yang menyakitkan, yang jika diterjemahkan kurang-lebih, ‘Kamu mati saja sekalian dengan anak dalam kandunganmu’,” ungkap Mira.

Dalam empat tahun terakhir, Lisnawati kehilangan kontak dengan anaknya. Anwar disebut menyampaikan kepada Nizam bahwa ibunya telah meninggal dunia.

Mira juga membantah adanya penyakit berat yang diderita Nizam, seperti leukemia maupun autoimun, sebagaimana sempat beredar.

“Saya tanyakan langsung, dan menurut Bu Lisna, sejak kecil NS sehat dan tidak pernah memiliki riwayat penyakit berat seperti yang disebutkan,” tegas Mira.

Berita Lainnya:
Bareskrim Ungkap Peran Aipda Dianita di Kasus Narkoba yang Jerat Kapolres Bima Kota Nonaktif

Mira menuturkan, Lisnawati menerima kabar dari Anwar yang menyampaikan bahwa anaknya sedang dirawat di ICU karena sakit paru-paru.

Lisnawati pun langsung berangkat dari Cianjur menuju Sukabumi. Namun, karena jarak yang cukup jauh, ia membutuhkan waktu untuk sampai.

“Saat Bu Lisna tiba di Rumah Sakit Jampangkulon, NS sudah meninggal dunia. Bahkan jenazahnya sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Sukabumi untuk dilakukan autopsi dan visum,” jelasnya.

Saat berada di RS Bhayangkara, Lisnawati disebut mendapati kondisi jenazah anaknya dengan sejumlah luka lebam, luka bakar, serta tanda pendarahan.

“Kondisi itu tentu membuat beliau sangat terpukul dan tidak bisa menerima begitu saja penyebab kematian yang disampaikan,” tambah Mira.

image_print
1 2 3
Geser »

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...
Update Terbaru
A

Novita Sari Yahya

24 Feb 2026

Menjadi Ratu di Hati Rakyat
A

Fileski Walidha Tanjung

23 Feb 2026

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
A

Don Zakiyamani

23 Feb 2026

Ngapain Menulis?
A

Asmaul Husna

23 Feb 2026

Kapankah?
A

Novita Sari Yahya

22 Feb 2026

Dari Data ke Empati
A

Redaksi

22 Feb 2026

Atas Nama Bencana
A

Fileski Walidha Tanjung

21 Feb 2026

Sebuah Upaya Mengembalikan Hati ke Pusat Peradaban
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya