BANDA ACEH – Iran mengancam akan menyerang reaktor nuklir Israel di Kota Dimona jika negara Yahudi itu bersama Amerika Serikat (AS) berupaya menggulingkan kekuasaan Teheran.
Seorang sumber pejabat militer senior Iran mengatakan kepada Iran Nuances, jika AS dan Israel melanjutkan skenario tersebut, “rudal efektif terakhir” Iran juga akan menargetkan semua infrastruktur energi di seluruh Timur Tengah.
“Ini adalah skenario yang telah kami persiapkan,” ujar pejabat itu, dikutip Kamis (5/3/2026).
Fasiltas Dimona merupakan kantor Pusat Penelitian Nuklir Shimon Peres yang berada di gurun Negev. Lokasinya sangat dirahasiakan.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terus melancarkan serangan ke berbagai wilayah Israel. Serangan diarahkan ke Tel Aviv serta kota-kota lain tempat fasilitas militer dan intelijen berada.
Pada Rabu kemarin, IRGC menyerang Bandara Ben Gurion dan gedung Kementerian Pertahanan di Tel Aviv menggunakan rudal hipersonik dan drone.
“IRGC, selama gelombang ke-17 Operasi Janji Sejati-4, meluncurkan serangan rudal hipersonik dan drone menembus sistem THAAD AS serta mengenai target strategis di gedung Kementerian Pertahanan Israel dan Bandara Ben Gurion di Tel Aviv,” bunyi pernyataan IRGC.
Bukan hanya itu, IRGC mengklaim telah menghancurkan tujuh radar canggih AS yang menyebabkan “mata AS dan Israel buta” di Timur Tengah






























































































