BANDA ACEH – Pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis HAM, KontraS, Andrie Yunus masih terus diburu oleh pihak Kepolisian.
Lambatnya Polisi mengungkap pelaku penyiraman air keras tersebut membuat konten creator dewasa Siskaeee membandingkan dengan kasusnya dulu saat melakukan eksibisionis di Bandara Yogyakarta.
Dalam postingan di akun media sosial, Siskaeee menyebut dirinya tanpa waktu lama mudah diketahui posisi usai konten dewasanya viral.
Padahal wajah dirinya sangat tertutup dengan menggunakan masker, topi dan kaca mata hitam.
Hal tersebut Ia ungkapkan karena merasa aneh kalau ciri-ciri pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS tersebut sangat jelas dan sudah tersebar di media sosial.
“Ini jelas banget. Masa gini aja lebih dari 1×24 jam ga ketangkep. Giliran bokepku pake masker kacamata topi dll bisa tuh nangkep xixixi,” tulis akun @Vvip_Siskaeee.
Postingan Siskaeee tersebut pun langsung mendapat reaksi beragam dari netizen, bahkan dirinya mengaku banyak yang mengirim pesan langsung (DM/Direct Message) yang berisi hujatan dan sindiran.
“Coyyy tbtb banyak dm “gatakut dipenjara” “ntra ditangkep nanges” “gausah sok sok kritik blabalabla” BROOOO!!! GUA 2x DIPENAJRA TANPA ADANYA KORBAN, mdfkr!!!! Mau tau siapa pelapor” gua dari dulu???? Hahaha,” ungkapnya.
Namun begitu Siskaeee tetap tenang dan meskipun marah dirinya mengajak netizen tetap sabar, karena ciri-ciri pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus yang tersebar ini diduga merupakan hasil olah digital dari AI (Artificial Intellegence).
“Kita marah. Emosi. Tapi harus tetep wise. Banyak generated AI wajah pelaku penyiraman. Takutnya jadi korban salah tangkap,” tukas Siskaeee.
Penyidikan Polda Metro Jaya
Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS ini ditangani langsung oleh pihak Polda Metro Jaya.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan, polisi masih melakukan penyidikan dengan metode scientific investigation guna mengungkap identitas pelaku.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menganalisis rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian.
“Masih dilakukan analisa dari CCTV, itu bagian dari scientific investigation,” ucapnya.
Ia mengklaim kasus ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian.
“Perkara ini menjadi prioritas dan konsentrasi Mabes Polri dan Polda Metro Jaya,” tegasnya.
Hingga saat ini polisi masih terus mengumpulkan bukti serta menelusuri petunjuk dari rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku yang diduga menggunakan sepeda motor saat beraksi.































































































