BANDA ACEH – Siapa yang bisa membantah pentingnya hubungan seks dalam perkawinan? Kepuasan seks mungkin bukan faktor paling utama dalam keutuhan rumah tangga, tapi salah satu yang terpenting. Kebutuhan seks yang terpuaskan membantu mengokohkan hubungan, mencerminkan keintiman, dan melepaskan stres. Hubungan seks jangka panjang yang memuaskan ditentukan banyak faktor dalam hubungan suami istri. Maka tidak bijaksana memisahkan seks dari faktor-faktor lain itu.
Kalau Anda stres, depresi, atau sekadar lelah dan kehabisan energi, efeknya pasti terlihat dari hilangnya gairah seks (libido) . Bila tidak diatasi, redupnya libido akan mendatangkan serangkaian masalah baru, seperti kurangnya keintiman, perasaan bersalah, frustrasi, kemarahan, dan dendam dari pasangan yang merasa tidak terpuaskan. Saat terserang stres, amat penting mengusahakan terjalinnya keintiman, komunikasi, dan kontak mesra dengan pasangan di luar kamar tidur. Dengan demikian keintiman seks memiliki peluang untuk bertahan.
Sikap tenang dalam bercinta jadi titik mula tercapainya kepuasan seks. Penelitian menunjukkan bahwa sensitivitas dan keintiman sering kali dianggap lebih berarti dibandingkan orgasme, utamanya bagi wanita. Maka, biarkan diri Anda menikmati seks dan mengekspresikan diri. Menahan diri dan sikap kaku mengenai apa yang boleh dan tidak boleh, biasanya berakar pada peristiwa masa kecil dan pandangan orangtua atau figur otoritas lainnya yang mereka sampaikan mengenai seks. Kalau pandangan itu membatasi, Anda harus berani mempertanyakannya dan menggantikannya dengan yang baru. Ikuti kepuasan yang dirasakan tubuh Anda dan anggaplah sebagai petualangan.
Berikut ini 12 kiat komprehensif yang kami petik dari buku Free Yourselves from Harmful Stress yang ditulis Trevor Powell. Semoga bermanfaat.
1. Pilih pasangan yang tepat.
Hubungan seks yang baik sukar dipertahankan jika Anda merasa tidak tertarik atau terangsang oleh pasangan. Sukar menjelaskan letak chemistry (kontak batin) antara sepasang kekasih. Tapi kebanyakan orang secara instingtif tahu apakah mereka tertarik atau tidak pada seseorang. Dilihat dari latar belakang perasaan saling tertarik –yaitu afeksi, kejujuran, dan kepercayaan–, kepuasan seks pasti bisa tercapai.
2. Terimalah fakta perasaan seksual itu berubah-ubah.
Sejalan waktu, intensitas gairah antara sepasang kekasih menyurut dan menyurut pula peran seks dalam hubungan. Namun demikian, Anda bisa mendapat kompensasi kehilangan gairah itu dengan menumbuhkan hubungan yang mendatangkan perasaan nyaman dan percaya. Anda dan pasangan tahu apa yang membuat satu sama lain puas. Tingkat ketertarikan seks juga menurun bertepatan dengan perubahan hormonal selama dan sesudah kehamilan dan masa-masa stres.






























































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler