Sabtu, 18/05/2024 - 12:52 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ACEH

Tren Olahraga tanpa Sepatu, Baik atau Buruk?

Saat ini olahraga tanpa sepatu atau ‘barefoot’ kian menjadi tren.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

 JAKARTA — Bertelanjang kaki atau tidak memakai sepatu saat berolahraga menjadi semakin tren. Berolahraga dengan cara yang kerap disebut istilah barefoot itu tampaknya kian umum dilakukan.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan


Kaki memiliki ribuan ujung saraf, sehingga bertelanjang kaki dianggap menantang biomekanik kaki dan menciptakan fondasi yang lebih kuat. Hal ini dapat menghasilkan latihan yang lebih baik dan manfaat kesehatan lainnya, menurut laporan Shape.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses ada Pelantikan Direktur PT PEMA dan Kepala BPKS


Tetapi apakah tren latihan bertelanjang kaki ini didukung oleh sains dan aman serta patut dicoba? Berikut ulasannya, seperti dikutip dari laman Health Digest, Jumat (8/7/2022).

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hardiknas dari Bank Aceh Syariah


“Ketika Anda merangsang saraf kaki, Anda mendapatkan pemahaman yang lebih baik saat berdiri dan bagaimana Anda melangkah, dan itu mulai membentuk gerakan Anda secara keseluruhan,” kata Ahli Penyakit Kaki Fungsional Emily Splichal DPM kepada Shape.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh


Berolahraga tanpa sepatu memicu saraf, dan mendorong gerakan atau sikap alami dengan sistem tripod kontak tiga titik. Hal ini mungkin dapat menjadi penjelasan mengapa banyak ahli penyakit kaki maupun ahli terapi fisik yang kerap menganjurkan jongkok tanpa sepatu. Cara itu juga bertujuan memeriksa apakah seseorang memiliki posisi kaki yang tepat.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
Jemaah Haji Aceh Mulai Berangkat 29 Mei 2024


Menurut sebuah studi tahun 2014, latihan bertelanjang kaki meningkatkan kelincahan dan stabilitas pergelangan kaki. Hal itu dapat mencegah cedera pergelangan kaki dalam jangka panjang. 

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA


Selain meningkatkan kinerja dan gerakan atletik, bertelanjang kaki dapat membantu kaki menciptakan penyangga lengkung alami karena membantu memperbaiki otot-otot kaki yang melemah, menurut laporan Byrdie. Pada gilirannya, ini dapat mengurangi rasa sakit atau ketidaknyamanan di kaki, terutama jika rasa sakit itu disebabkan oleh plantar fasciitis.

ADVERTISEMENTS


 

ADVERTISEMENTS


Kapan sebaiknya berolahraga tanpa alas kaki atau melompat?


Disarankan untuk bertelanjang kaki pada hampir semua latihan mulai dari latihan beban tubuh, l lift kettlebell hingga plyometrics. Cobalah olahraga dengan jongkok, deadlift, burpe, lunge, dan banyak lagi. 


Selain latihan ini, ada beberapa olahraga yang secara alami ramah dengan bertelanjang kaki. Misalnya, senam, yoga, dan pilates, merupakan olahraga yang mengharuskan atletnya untuk bertelanjang kaki.

Berita Lainnya:
AFA Jaring 18 Pemain Terbaik untuk PON XXI-2024


“Itu juga metode utama untuk memperbaiki postur dan gerakan,” jelas pelatih pribadi bersertifikat, Jesse Frank, kepada Byrdie.


Orang bahkan dapat mencoba berlatih tanpa alas kaki saat melakukan semua jenis latihan melompat. Namun, kuncinya adalah memperhatikan teknik pendaratan. Sangat penting untuk mendarat dalam posisi kaki netral guna menghindari cedera.


“Karena tidak ada sepatu yang memberikan dukungan tambahan,” tambah Emily Splichal.


Namun tentu tidak semua olahraga cocok dengan cara barefoot. Sebut saja berolahraga lari, yang sebaiknya tetap menggunakan sepatu kets. Sepatu lari akan melindungi kaki dari kerikil dan serpihan pecah, seperti kaca. 


Selain alas kaki khusus olahraga, laman Livestrong juga menyebutkan bahwa sepatu membantu pencegahan cedera, seperti ketegangan otot, meningkatkan kinerja atletik, dan memiliki teknologi bantalan yang dirancang untuk mengurangi tekanan pada kaki.

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi