UPDATE

NASIONAL
NASIONAL

Wapres Ma'ruf Amin Minta Pemimpin dan Ulama Jaga Umat dari Pemikiran Menyimpang

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengingatkan para ulama dan umara atau pemimpin di Indonesia bertanggung jawab dalam menjaga, menguatkan, dan menyatukan umat guna mewujudkan bangsa yang kuat.

“Yang pertama adalah menjaga umat. Menjaga umat ini sesuai perintah Allah Swt. bagi setiap muslim. Jaga dirimu dan keluargamu dari api neraka. Nah, bagi ulama dan para pemimpin, punya tanggung jawab tidak hanya dua hal itu, tapi juga menjaga umat,” kata Wapres dalam acara silaturahmi bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), dan Bank Muamalat Indonesia di Jakarta, Selasa dikutip dari Antara pada Selasa (17/5/2022).

Berita Lainnya:
DPR Minta Mensos Tak Persulit Izin Donasi Korban Bencana: Selamatkan Nyawa yang Utama

Wapres meminta para ulama dan pemimpin menjaga seluruh umat dari akidah menyimpang, pemikiran melenceng, pemahaman yang lalai dan berlebihan, hingga tidak mengonsumsi makanan dan minuman tidak halal.

Momen Presiden Jokowi Silaturahmi dengan Wapres via Panggilan Video Ma’ruf Amin, Tanya Soal Cucu

“Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab Majelis Ulama (MUI)  bagaimana melakukan sertifikasi halal,” tambahnya.

Kedua, mengenai penguatan umat, Wapres Ma’ruf menyampaikan tanggung jawab penguatan umat perlu dilakukan, khususnya di bidang ekonomi dan pendidikan.

Menurut dia, MUI telah melakukan kongres pemberdayaan ekonomi umat dengan menghadirkan pesantren dan pengusaha untuk direplikasi dan dikembangkan.

Berita Lainnya:
AJI Tolak Anugerah Dewan Pers untuk Jusuf Kalla, Minta Acara Dibatalkan

“Kita diingatkan jangan sampai meninggalkan anak-anak yang lemah-lemah, lemah pendidikan, lemah ekonomi, termasuk lemah akidahnya. Lemah akidah itu nanti kita mewariskan generasi yang hancur,” ujarnya.

Ketiga, Wapres berpesan bahwa upaya menyatukan umat menjadi tanggung jawab para ulama dan pemimpin. Tanggung jawab tersebut lebih berat dibandingkan dengan menjaga dan penguatan umat. Upaya persatuan umat harus kembali kepada khitah atau landasan, tegasnya.

Sejauh ini, menurut dia, MUI telah menerapkan berbagai landasan dalam menyatukan umat, di antaranya penyamaan berpikir dalam memberikan toleransi terhadap perbedaan yang tidak menyimpang secara prinsip serta melakukan koordinasi gerakan penyatuan umat.

Reaksi

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website