BLANGPIDIE – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Safaruddin menggelar pertemuan dengan sejumlah pedagang Pasar Manggeng dan masyarakat setempat di Gedung Kesenian Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Selasa (24/5/2022) malam.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasan keakraban itu, Safaruddin banyak mendengarkan keluh kesah dan aspirasi para pedagang dan masyarakat untuk diperjuangkan ditingkat provinsi.
Silaturahmi tersebut dalam rangka Reses II pimpinan dan anggota DPRA tahun anggaran 2022 di daerah pemilihan (dapil) IX meliputi Abdya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, dan Subulussalam.
“Apa saja aspirasi yang bisa saya serap untuk membantu kebutuhan masyarakat Manggeng. Masih ada waktu untuk saya perjuangkan pada anggaran 2023, 2024 dan bahkan 2025 nanti,” kata Safaruddin.
Safaruddin mengaku mewakafkan dirinya selama menjabat pimpinan DPRA untuk memberikan perhatian lebih kepada warga. Fokus perhatiannya adalah pemberdayaan ekonomi dan infrastruktur.
Seperti pada tahun ini, Safaruddin telah memperjuangkan puluhan rumah dhuafa melalui dana pokok pikiran (pokir) dirinya di wilayah Manggeng Raya. Beberapa rumah diantaranya sudah mulai dalam pengerjaan.
“Saya sudah melihat langsung salah satu rumah yang mendapatkan pembangunan dhuafa di Manggeng, dan sudah mulai pengerjaan,” ungkap politisi muda Partai Gerindra ini.
Sedangkan pada tahun 2023, lanjut Safaruddin, ada beberapa program yang sudah diusulkan untuk membantu masyarakat Manggeng Raya yang terdiri dua Kecamatan yaitu Lebah Sabil dan Manggeng.
Seperti, bantuan pembangunan Masjid Jami’ dan Masjid At Taqwa yang sudah diusulkan melalui dana pokir di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh.
Kemudian, pembangunan pengaman Krueng Manggeng pada Dinas Pengairan Aceh, jalan pemukiman di Dinas Perkim Aceh.
“Pembangunan tebing ini sangat penting dalam upaya mengantisipasi dampak banjir terhadap delapan desa. Ini sudah kita usulkan untuk 2023 dan sedang dalam proses kita perjuangkan,” katanya.
Selain itu, Safaruddin juga menerima usulan dari masyarakat Manggeng Raya untuk program normalisasi DAS Krueng Baru di kawasan irigasi yang tersumbat, agar kebutuhan air bagi petani dapat tercukupi dengan baik.
“Saya akan memperjuangkan. Apakah saya mampu, Insya Allah,” katanya.
Politikus asal Abdya ini juga menerima aspirasi warga yang meminta memperjuangkan pembangunan gedung serbaguna bagi masyarakat Manggeng Raya, sehingga dapat dipergunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari kegiatan adat hingga kegiatan olahraga.[Adv]































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler