BANDA ACEH -Kemenangan 2-1 Timnas Indonesia atas Kuwait dalam kualifikasi Piala Asia 2023 harus diakui adalah sebuah prestasi tersendiri. Namun, apa jadinya jika kemenangan yang sudah ditunggu selama 42 tahun itu diklaim sebagai prestasi Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Mochamad Iriawan?
Tentu saja, klaim yang diunggah dalam bentuk opini tersebut langsung menuai reaksi dari berbagai kalangan masyarakat. Ada yang kontra, tapi juga ada yang pro.
Nah, menurut Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, wajar jika PSSI mengelu-elukan Iwan Bule, sapaan Mochamad Iriawan, atas capaian tersebut.
“Ya enggak apa-apa, kan dia Ketum PSSI,” ujar Zainudin Amali kepada wartawan, Jumat (10/6).
Kalaupun PSSI dalam keterangannya terlalu mengglorifikasi sosok Iwan Bule, Zainudin Amali menilai hal itu menjadi domain PSSI.
“Oh gitu ya. Yang rilis itu siapa? PSSI ya? Ya kamu tanya PSSI dong hehehe,” sambungnya.
Namun demikian, politikus Partai Golkar itu menyebutkan bahwa seluruh kegiatan keolahragaan, mulai dari level Presiden sampai ke level bawah, semuanya mempunyai andil.
Presiden, kata dia, secara spesifik mengeluarkan Perpres nomor 3/2019 itu dukungan untuk percepatan pembangunan sepak bola nasional.
“Tapi memang, eksekutornya di PSSI. Mereka jalan, ya sinergi lah semuanya. Saya dukung PSSI,” tutupnya.
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule menjadi sorotan setelah Timnas Indonesia meraih kemenangan bersejarah atas Kuwait, pada Rabu malam WIB (8/6).
Melalui sebuah tulisan opini yang diunggah laman resmi PSSI, Iwan Bule diklaim sebagai sosok paling berjasa dalam kemenangan Timnas Indonesia pada laga pertama Grup A Kualifikasi Piala Asia 2023 itu.
“Siapa tokoh utama di balik kemenangan hebat Indonesia (2-1) atas Kuwait? Jawabannya jelas: Iwan Bule..! Sejak memimpin PSSI pada 2 November 2019, Mochamad Iriawan atau Iwan Bule, menorehkan prestasi cemerlang,” begitu tulisan wartawan senior dan pengamat sepak bola, Agus Liwulanga, yang diunggah di laman resmi PSSI, Kamis (9/6).
Di masa kepemimpinan Iwan Bule selama 2 tahun 7 bulan, Indonesia disebut sudah dua kali mencapai final level tertinggi Asia Tenggara. Yakni final SEA Games 2019 dan final Piala AFF 2021. Lalu semifinal SEA Games 2022.
Capaian itu, sama dengan prestasi Tim Garuda dalam kurun waktu 18 tahun (1991-2009). Bahkan rentang waktu 29 tahun, karena hanya selisih satu capaian final SEA Games (2011 dan 2013) dan lolos ke Piala Asia.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler