Senin, 06/05/2024 - 12:05 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EKONOMIFINANSIAL

ADB Naikkan PE Indonesia, Ekonom: Masih Terlalu Prematur

ADVERTISEMENTS

Ekonom Celios menilai terlalu dini menyebut ekonomi Indonesia bisa meraih windfall

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hardiknas dari Bank Aceh Syariah

 JAKARTA — Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,2 persen. Hal ini didorong permintaan dalam negeri yang masih baik dan pertumbuhan ekspor yang stabil.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA
ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah


Menanggapi hasil riset lembaga keuangan dunia tersebut, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai ekonomi Indonesia dalam jangka panjang didorong oleh harga komoditas.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh


“Hanya saja yang menjadi catatan jika bergantung terhadap windfall harga komoditas, apalagi komoditas saat ini memiliki ketidakpastian bahkan koreksi turun berimbas terhadap kemampuan negara untuk menahan harga subsidi BBM maupun tarif listrik dan LPG. Jadi sebenarnya masih terlalu prematur ekonomi Indonesia bisa menikmati windfall itu sampai akhir tahun ini,” ujarnya ketika dihubungi Republika, Kamis (21/7/2022).

ADVERTISEMENTS
Selamart Hari Buruh


Menurutnya saat ini beberapa aktivitas masyarakat kembali mengalami pengetatan. Hal ini turut berimbas terhadap pertumbuhan ekonomi pada tahun ini.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
RUPS 2024 BRI Insurance Tetapkan Kepengurusan Baru


“Dari segi pandemi, menjadi batasan karena ke mall saja sudah pakai booster jadi mobilitas masyarakat yang mulai normal kembali dihambat dengan pengetatan berbagai aturan. Kemudian dari siklus belanja pemerintah yang masih ditumpuk, pencairan realisasi anggaran sampai akhir tahun,” ucapnya.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh


Sementara itu Deputy Director Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2022 sebesar 5,5 persen secara year on year (yoy). Menurutnya pertumbuhan ini didorong oleh momentum libur lebaran yang membuat mobilitas masyarakat relatif meningkat dan aktivitas mudik yang membuat pergerakan transportasi meningkat signifikan.

ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Thantawi Ishak mantan Komisaris Utama Bank Aceh


“Pergerakan orang dan transportasi selama kuartal II relatif meningkat dan menuju normal, dibanding kuartal II tahun lalu,” ucapnya.


Apabila pertumbuhan ekonomi kuartal II mencapai angka itu, lanjut dia, akan muncul optimisme perekonomian yang berpengaruh terhadap kurs rupiah, indeks harga saham gabungan (IHSG), indeks keyakinan konsumen dan indeks tendensi bisnis. 

Berita Lainnya:
Wapres: Pengembangan Ekonomi Syariah Harus Selaras Prioritas Pembangunan Daerah


“Pengaruhnya ke optimisme perekonomian,” ucapnya.


Namun, dia tidak memungkiri kedepan tetap akan ada risiko ekonomi dari peningkatan angka inflasi. Hal ini bisa berasal dari inflasi komponen bergejolak, inflasi inti serta inflasi harga-harga yang diatur oleh pemerintah.


Selain itu, menurut dia, nilai tukar rupiah ke depan masih akan menghadapi tekanan seiring agresivitas kenaikan suku bunga oleh The Fed. Lalu, risiko resesi global juga dapat menurunkan permintaan ekspor.


“Meskipun Indonesia kemungkinan tidak akan mengalami resesi pada tahun ini,” ucapnya.


Tak hanya ADB, Dalam laporan Indonesia Economic Prospects, Bank Dunia pada Juni 2022  memperkirakan ekonomi Indonesia bisa tumbuh melambat sebesar 4,6 persen pada 2022 dan 4,7 persen pada 2023. Hal ini imbas tekanan ekonomi global. 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi