Dalam agama atau keyakinan doktrin adalah penjelasan dan versi resmi ajaran agama yang dapat diterima. Doktrin dalam teologi adalah istilah umum untuk komponen teoretis dari pengalaman religius. Ini menandakan proses mengkonseptualisasikan wawasan-wawasan dasar—seringkali pengalaman atau intuitif—dari iman komunitas agama untuk mendukung keyakinan yang dipahami secara rasional.
Doktrin agama adalah suatu ajaran yang didasarkan pada suatu agama tertentu dengan nilai dan norma yang ada di dalam agama tersebut. Doktrin agama cenderung dicirikan oleh tujuan praktisnya.
Menurut sosiolog Mervin Verbit, doktrin dapat dipahami sebagai salah satu komponen kunci dari religiusitas.Dia membagi doktrin ke dalam empat kategori: isi, frekuensi (sejauh mana doktrin itu dapat memenuhi pikiran seseorang), intensitas dan sentralitas. Masing-masing dapat bervariasi dari satu agama ke agama berikutnya, dalam tradisi agama itu.
Doktrin dalam hukum

Dalam ilmu hukum, doktrin adalah aturan atau prinsip yang memiliki sejarah panjang dalam hukum sehingga para ahli hukum dan cendekiawan memberi mereka label “doktrin”. Doktrin dalam hukum adalah aturan penting tunggal atau seperangkat aturan yang diikuti secara luas di bidang hukum.
Sebuah doktrin hukum adalah kerangka kerja, menetapkan aturan, prosedural langkah, atau tes, sering ditetapkan melalui preseden dalam hukum umum. Sebuah doktrin muncul ketika seorang hakim membuat keputusan di mana sebuah proses digariskan dan diterapkan, dan memungkinkan untuk itu diterapkan secara setara pada kasus-kasus serupa.
Doktrin dalam politik

Doktrin politik adalah kebijakan, posisi atau prinsip yang dianjurkan, diajarkan atau diberlakukan mengenai perolehan dan pelaksanaan kekuasaan untuk memerintah atau mengatur dalam masyarakat. Istilah doktrin politik terkadang disalahartikan dengan ideologi politik. Namun, doktrin tidak memiliki aspek aksi dari ideologi.
Doktrin terutama merupakan wacana teoretis, yang “mengacu pada sejumlah pernyataan yang koheren tentang topik tertentu yang seharusnya” Bernard Crick). Doktrin politik didasarkan pada seperangkat nilai yang dielaborasi secara rasional, yang mungkin mendahului pembentukan identitas politik itu sendiri . Ini berkaitan dengan orientasi filosofis pada tingkat meta-teoritis.
Doktrin dalam militer































































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…