IndonesianArabicEnglishRussianGermanChinese (Simplified)JapaneseTurkish

Bawaslu Temukan 275 Nama Pengawas Dicatut Dalam Keanggotaan Parpol

Bawaslu-KPU Sepakat Durasi Penyelesaian Sengketa Pemilu Selama 10 Hari
Bagikan

Bagikan Artikel Ini

atau salin tautannya

Parpol yang tidak mengeluarkan nama pengawas pemilu dilaporkan ke polisi.

JAKARTA–Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan nama dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) penyelenggara (pengawas) pemilu yang dicatut dalam keanggotaan serta kepengurusan partai politik (parpol) di Sipol. Berdasarkan temuan Bawaslu, ada sebanyak 275 nama pengawas pemilu yang dicatut.

“Hingga hari ke-14 tahapan pendaftaran parpol dan hari ke-13 tahapan vermin (verifikasi administrasi), setidaknya terdapat 275 nama penyelenggara pemilu tercatat dalam keanggotaan dan kepengurusan parpol,” kata Ketua Bawaslu Rahmat Bagja dalam konferensi pers “Hasil Pengawasan Tahapan Pendaftaran Partai Politik Calon Peserta Pemilu 2024”, di Jakarta, Senin (15/8/2022).

Berdasarkan temuan itu, lanjut dia, Bawaslu mendorong KPU agar segera menindaklanjuti pencatutan nama dan NIK tersebut sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan KPU dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 4 Tahun 2022. Anggota Bawaslu Puadi mengatakan Bawaslu meminta para komisioner ataupun staf mereka yang dicatut nama serta NIK-nya untuk menyampaikan keberatan kepada parpol bersangkutan yang mencatut namanya.

BACA JUGA:
Alumni 212 Dinilai Lebih Bermagnet Jika Gelar Taubat Nasional

“Langkah itu dulu, karena kalau dia tidak melakukan, keberatan ini termasuk dalam aspek etika. Artinya, bagaimana mungkin penyelenggara pemilu masuk di ruang sebagai anggota atau pengurus parpol,” ujar Puadi.

Jika partai politik bersangkutan tidak mengeluarkan nama-nama pihak Bawaslu yang dicatut dari keanggotaan ataupun kepengurusan parpolnya yang diunggah di Sipol, lanjut dia, maka Bawaslu merekomendasi komisioner ataupun stafnya untuk meneruskan keberatan tersebut kepada kepolisian. Sebab, tindakan pencatutan nama itu termasuk tindak pidana umum.

Adapun berdasarkan pengawasan Bawaslu, klasifikasi pengawas pemilu yang nama dan NIK-nya dicatut sebagai anggota atau pengurus partai politik terdiri atas 216 staf, 31 anggota, 16 tenaga pendukung, 5 ketua Bawaslu, 3 bendahara, 2 kepala subbagian, 1 koordinator sekretariat, dan 1 anggota panitia pengawas pemilihan (panwaslih).

BACA JUGA:
Sebanyak 100 Pulau di Maluku Utara akan Dijual di New York

Sementara itu, sebaran wilayah asal pengawas pemilu yang dicatut meliputi Provinsi Aceh (10 orang), Bangka Belitung (3), Banten (2), Bengkulu (4), DI Yogyakarta (2), DKI Jakarta (1), Gorontalo (4), Jambi (1), Jawa Barat (6), Jawa Tengah (14), Kalimantan Barat (7), Kalimantan Selatan (4), Kalimantan Tengah (6), Kalimantan Timur (7), Kalimantan Utara (2), Lampung (10), Nusa Tenggara Barat (8), dan Nusa Tenggara Timur (8).

Berikutnya, Maluku (7), Maluku Utara (7), Riau (7), Kepulauan Riau (3), Sulawesi Barat (3), Sulawesi Selatan (8), Sulawesi Tengah (6), Sulawesi Tenggara (7), Sumatera Barat (8), Sumatera Selatan (17), Sumatera Utara (17), Papua Barat (18), Papua (57), dan Sulawesi Utara (11).

0
senang
Senang
0
sedih
Sedih
0
marah
Marah
0
waduh
Waduh
0
sakit
Sakit
Bawaslu Temukan 275 Nama Pengawas Dicatut Dalam Keanggotaan Parpol
Masuk Login

Log in or create an account now to take advantage of its privileges, and it's completely free!