BANDA ACEH – Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI) kembali mengadakan Indonesia Fitness Summit di Ballroom Soehanna Hall The Energy Building SCBD Jakarta Selatan, Sabtu (29/10). Di acara ini, para pelatih, pengusaha, praktisi di bidang kebugaran sampai pegiat gaya hidup sehat dari seluruh Indonesia berkumpul untuk dapat saling mengenal satu sama lain, berbagi ilmu, wawasan, dan pengalaman.
Berbeda dengan IFS terakhir yang diselenggarakan pada 2019, kali Ini Indonesia Fitness Summit berlangsung lebih meriah dengan narasumber dan peserta yang lebih banyak.
“Kami pun sangat bangga bahwa acara ini turut direkomendasikan oleh Deputi 3 Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI sebagai acara resmi di bawah naungan mereka,” ungkap Ketua Umum APKI Jansen Ongko dalam konferensi pers yang diselenggarakan sebagai pembuka acara.
Jansen Ongko menyampaikan, masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak menaruh perhatian terhadap kebugarannya. Padahal, dengan tubuh yang bugar, hal tersebut akan meningkatkan produktivitasnya.
“Sayangnya di Indonesia sendiri yang berhubungan dengan kebugaran itu tidak terlalu dapat spotlight di pemerintah,” sambung Jansen.
Lebih lanjut dia menyampaikan hal yang selalu dikaitkan dengan olahraga hanyalah sebatas prestasi. Padahal, ada aspek lain yang juga penting untuk disoroti, yakni perkembangan terkait olahraga masyarakat.
“Kalau kita berbicara olahraga itu pasti (hanya sebatas) prestasi. Jadi prestasi, prestasi, dan prestasi. Bahkan investasi dari negara pun lebih banyak kebagian yang berhubungan dengan prestasi, daripada yang olahraga masyarakat,” tambahnya.
Mengutip laporan Sport Development Index (SDI) pada 2021, sebesar 5,86 persen masyarakat dikategorikan sangat bugar, 18,14 persen bugar, dan sisanya sebesar 76 persen termasuk ke dalam kategori tidak bugar. Hal inilah yang diberi perhatian penuh oleh APKI melalui kegiatan Indonesia Fitness Summit 2022. Oleh sebab itu, IFS diharapkan dapat ikut terlibat dalam mewujudkan Indonesia sehat bugar pada 2045 mendatang.
“Kami berharap dengan adanya acara rutin seperti IFS ini kesejahteraan pelatih kebugaran dan para stakeholder semakin terjamin. Dengan begitu, mereka akan semakin bersemangat dalam membugarkan masyarakat,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Pusat, Hayono Isman, menyampaikan betapa pentingnya masyarakat yang bugar guna meningkatkan daya tawar terhadap bangsa-bangsa lain.
“Bangsa kita ini memang sehat hanya belum menjadi bangsa yang bugar. Kalau kita mau produktif dan kompetitif hanya satu caranya, kita harus menjadi bangsa yang bugar melalui olahraga,” kata Hayono.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler