BANDA ACEH – Banyak orang tua merasa kesulitan berkomunikasi dengan anaknya yang beranjak remaja. Seolah kurang rumit, kebanyakan orang tua memperburuk situasi dengan sering berkata-kata yang kurang tepat. Alhasil, anak remaja justru makin menjauh dan makin malas untuk terbuka dengan orang tuanya.
Menurut para ahli di bidang psikologi, seperti dilansir dari Pure Wow, terdapat 4 perkataan paling terlarang untuk diucapkan kepada anak usia remaja. Berikut ini kalimat-kalimat terlarang tersebut.
1. “Jangan suka moody!”
Duh, remaja memang usianya moody. Jadi ketika orang tua mengatakan sesuatu yang memang jelas tengah dirasakan anak, maka itu sangat tidak menyenangkan. Secara alamiah, anak remaja masih kesulitan mengontrol mood mereka. Mereka sendiri sedang berusaha memahami segala perasaan campur aduk, soal jati diri, eksistensi, dan sebagainya. Cobalah untuk sedikit berempati dengan cara mengganti kalimat tersebut dengan kalimat, “Saya tahu kamu lagi moody. Tapi enggak masalah, kan kalau Mama meminta sedikit rasa hormat kamu?”
2. “Kok kamu enggak pernah ngomong sama Mama?”
Makin dipaksa, makin disuruh dan dituntut, anak remaja makin enggan berbagi cerita kepada orang tuanya. Karena yang mereka butuhkan untuk terbuka adalah pendekatan yang lebih seperti teman. Tanpa takut dihakimi, dinilai, dikomentari, apalagi dimarahi. Jadi cobalah hadir sebagai teman yang lebih dulu senang berbagi cerita kepada anak. Buatlah mereka nyaman saat mengobrol bersama orang tuanya.
3. “Gimana hari kamu di sekolah?”
Ya, paling jawaban yang akan Anda dapat serba normatif semacam, “baik-baik saja”. Karena anak merasa bingung juga mau bercerita dari mana. Terlebih jika sebetulnya hari yang baru dilaluinya buruk. Maka orang tua bisa melakukan pancingan obrolan yang tidak terlalu personal. Orang tua, misalnya, bisa bertanya soal salah satu temannya yang Anda ketahui sering tidak sekolah. Atau bisa juga membahas game online yang lagi tren di kalangan remaja. Ketika anak tahu bahwa orang tuanya cukup update dan tidak sekadar basa-basi, mereka akan lebih antusias menjawab atau malah mendiskusikannya dengan orang tua.
4. “Kamu mau keluar rumah kayak gitu?”
Orang tua mungkin punya standar ideal soal cara berpenampilan atau berpakaian. Namun perlu diketahui, urusan penampilan sangat personal dan anak remaja biasanya sedang bereksplorasi di sana. Kalau melulu dikomentari, anak akan merasa dirinya tidak dihargai, pilihannya tidak dihormati. Jadi berhati-hatilah dalam hal ini. Berikan masukan hanya jika mereka sendiri yang meminta saran. Tenang saja, mereka yang bahagia dengan masa remajanya tidak akan aneh-aneh lagi, kok saat dewasa.































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Untuk Mengatasi lupa PIN (BRimo) Anda bisa menghubungi CS BRi…
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Berita Terpopuler