MEULABOH – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Barat Drs. Mahdi Efendi didampingi Kadis Kesehatan Kabupaten Aceh Barat Syarifah Junaidah, S. KM, M.Kes menerima kunjungan pimpinan BPJS kesehatan Cabang Meulaboh Meri Lestari, S.Farm.Aptk, M.Kes.AAK bersama Kabid Kepesertaan di ruang kerjanya, Jumat (18/11/22)
Dalam kesempatan audiensi itu Kepala BPJS Kesehatan menyampaikan laporan situasi dan perkembangan dalam pelaksanaan progam jaminan kesehatan di kabupaten Aceh Barat dari pelayanan Fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) sampai dengan rujukan serta jumlah kepesertaan dari BPJS kesehatan di kabupaten Aceh Barat.
FKTP atau sering disebut faskes ini menjadi garda terdepan sejak program Jaminan Kesehatan Nasional ditetapkan tahun 2014. Namun kualitas layanan di FKTP masih rendah karena belum adanya standar kinerja yang mendorong kualitas pelayanan, ungkap Meri.
Meri melanjutkan, dalam audiensi ini perlu disampaikan bahwa latar belakang program BPJS Kesehatan dalam melindungi segenap masyarakat Indonesia adalah adanya Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Agar dengan program jaminan kesehatan sosial untuk melindungi masyarakat khususnya masyarakat yang mengalami kesulitan mengakses layanan kesehatan karena ketidakmampuan pembiayaan, ujarnya.
Sementara itu, Bupati Aceh Barat Mahdi Efendi menyambut baik kunjungan kepala BPJS kesehatan beserta rombongan, Ia menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kehadiran BPJS Kesehatan Aceh Barat, dimana kunjungan ini merupakan salah satu bentuk koordinasi dan sinergitas yang akan terus berjalan dalam peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat di Aceh Barat
Pada pertemuan itu. Ia berpesan agar pelayanan kesehatan untuk semua golongan dapat ditingkatkan lagi, mulai dari pelayanan dasar di Puskesmas hingga rujukan ke rumah sakit,.
“Karena selama ini yang menjadi persoalan di masyarakat adalah pelayanan dasar, yang di bawah standar,” ucap Mahdi.
Mahdi menaruh harapan besar kepada tenaga kesehatan dan para medis agar memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.
Pj Bupati Mahdi Efendi juga menginstruksikan kepada dinas terkait, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BKPSDM dan RSUD untuk saling berkoordinasi dan bersinergi dengan BPJS Kesehatan dalam melakukan rekonsiliasi data.
Sehingga data peserta ter-updated selalu sesuai dengan perubahan yang terjadi di masing-masing badan usaha atau perusahaan. Tidak hanya itu, pembayarannya juga sesuai dengan jumlah tagihan yang dikirimkan ke setiap badan usaha atau perusahaan, tutup Mahdi.[]
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler