Rabu, 29/05/2024 - 05:21 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ISLAM

Laznas BMH Kirim Bantuan 1 Ton Beras untuk Santri di Majene

Pondok Pesantren Miftahul Hidayah Hidayatullah Majene juga membutuhkan sumur bor.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

MAJENE.– Berkat dukungan masyarakat, Laznas BMH terus hadir mengalirkan bantuan untuk umat. Terbaru berupa 1 ton beras untuk santri Pondok Pesantren Miftahul Hidayah Hidayatullah Majene, Sulawesi Barat. Bantuan itu disalurkan pada Kamis (12/1/2023).

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

“Pesantren ini menampung 30 santri putri dan 8 orang pembina yang tinggal di pesantren ini. Mereka fokus belajar Alquran dan menghafalnya,” terang Kadiv Prodaya BMH Sulbar, Jamal Sholeh.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Pesantren ini beralamatkan di Jalan Baharuddin Lopa, Lingkungan Takumung, Kelurahan Tande Timur, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Provinsi Barat.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan
Berita Lainnya:
Tips Menjaga Kekhusyukan Sholat

“Beras sangat mereka butuhkan di tempat ini, karena ini merupakan kebutuhan pokok bagi para santri dan pengurus pondok,” imbuh Jamal.

Harapannya para santri bisa lebih fokus belajar Alquran. Terlebih mereka berasal dari keluarga yatim dan dhuafa.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

“Kami tak lupa mengucapkan terima kasih kasih kepada seluruh donatur dan para muhsinin yang terus mendukung program sedekah beras untuk santri penghafal Quran yang ada di Sulawesi Barat (khususnya),” ungkap Ustadz Firdaus selaku ketua Pondok Pesantren.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
2 Ulama Kakak Beradik Abad Pertengahan yang Tolak Musik Dianggap Haram dan Alasannya

Pesantren ini terus membangun, dan sekarang memerlukan air bersih. “Saat ini pesantren kami membutuhkan sumur bor. Karena sumur yang ada sekarang airnya tidak baik dan membuat gatal-gatal para santri kami. Selain itu, lokasi sumur kami sekarang juga berada di tanah milik orang lain, sehingga kami mengupayakan untuk membuat sumur di dalam pondok pesantren kami sendiri,” sambungnya mengajak semua pihak terlibat dalam program urgen ini.

ADVERTISEMENTS

 

ADVERTISEMENTS

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi